Gerakan ASRI Polres Purwakarta Ungkap Masalah Pengelolaan Sampah di Asrama Kebon Kolot
- Didin/Purwasuka Viva
Purwasuka – Gerakan ASRI (Aktif, Sehat, Ramah, Indah) yang diinisiasi Polri tidak sekadar menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Program ini juga membuka fakta penting terkait persoalan mendasar dalam pengelolaan sampah, khususnya di kawasan Asrama Kebon Kolot, Polres Purwakarta.
Kegiatan bersih-bersih yang digelar pada Selasa, 28 April 2026, sekitar pukul 09.00 WIB itu melibatkan berbagai unsur.
Aksi tersebut dipimpin Kabag Logistik Polres Purwakarta, Kompol Acep Hasbullah, bersama Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta, Anggoro Budianto.
Turut hadir jajaran fungsi pendukung Polres serta Tim Orange dari DLH.
Aksi lapangan ini tidak hanya difokuskan pada pembersihan area. Petugas juga melakukan penataan lingkungan sekaligus mengidentifikasi kendala dalam sistem pengelolaan sampah di kawasan asrama.
Dominasi Sampah Rumah Tangga
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa jenis sampah yang mendominasi adalah limbah rumah tangga.
Selain itu, ditemukan pula tumpukan sisa material dari hasil pemangkasan atau penebangan pohon di sejumlah titik.
Kondisi tersebut diperburuk oleh keterbatasan armada pengangkut sampah. Jumlah kendaraan yang tersedia dinilai belum mampu mengimbangi volume sampah yang dihasilkan setiap hari.
Akibatnya, masih banyak sampah yang tidak tertangani dengan baik dan tercecer di lingkungan sekitar.
Saat hujan turun, sampah tersebut berpotensi terbawa aliran air, yang pada akhirnya menciptakan kesan kumuh dan tidak sehat di area asrama.
Frekuensi Pengangkutan Belum Optimal
Selain keterbatasan armada, frekuensi pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) juga menjadi sorotan.
Dalam praktiknya, pengangkutan yang dilakukan saat ini dinilai belum cukup untuk menekan laju penumpukan sampah harian.
Dalam satu hari, volume sampah terus meningkat, sementara ritase pengangkutan belum mampu mengejar jumlah tersebut.
Hal ini menyebabkan akumulasi sampah di beberapa titik yang sulit dihindari.
Rekomendasi Perbaikan
Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah rekomendasi disampaikan sebagai langkah perbaikan.
Salah satu poin utama adalah peningkatan kesadaran warga asrama terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, diperlukan penguatan koordinasi antara Polres dan instansi terkait, khususnya DLH, agar pengangkutan sampah dapat ditingkatkan frekuensinya.