Srikandi Cantik Tagana Subang: Ketangguhan Neni Afriliyani di Garis Depan Kebencanaan

Srikandi Tagana Subang Afril.
Sumber :
  • Yugo/Purwasuka Viva

Purwasuka – Di tengah medan bencana yang kerap menguji mental dan fisik, sosok Neni Afriliyani hadir sebagai bukti nyata bahwa ketangguhan tidak mengenal gender.

img_title Percepat Banpang, BULOG Subang Pastikan Penerima Bantuan Pangan Mendapatkan Beras Sesuai Standar yang Ditetapkan

Perempuan berusia 28 tahun yang akrab disapa Afril ini menjadi salah satu srikandi andalan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Subang.

Bagi ibu satu anak ini, terjun ke dunia relawan bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan sebuah panggilan jiwa untuk mendedikasikan diri kepada masyarakat dan negara.

img_title 3 Kasus Kekerasan Seksual Anak Diungkap Polres Subang, Salah Satunya Oknum Guru di Pantura

Warga asal Kasomalang, Subang, ini dikenal di kalangan masyarakat berkat kelincahan, kegesitan, dan dedikasinya dalam penanganan darurat.

Wanita berkacamata yang memiliki hobi berolahraga gym ini membuktikan bahwa kaum hawa memiliki kapasitas yang sama tangguhnya untuk mengerjakan berbagai medan penanganan bencana yang lazim ditangani kaum laki-laki.

img_title BLK Subang Genjot Kualitas SDM Lewat Pelatihan EV Demi Serap Tenaga Kerja Lokal

"Harus tangguh dalam kehidupan, termasuk penanganan bencana," ujar Afril saat diwawancarai Purwasuka Viva, Rabu (19/8/2026).

Kiprah Afril bersama Tagana Subang bermula sejak tahun 2024. Selama aktif di lapangan, ia tidak hanya terlibat dalam aksi evakuasi dan penanggulangan, tetapi juga aktif memberikan sosialisasi mitigasi kepada masyarakat luas.

Menghadapi dinamika alam sepanjang tahun 2026, Afril menyebut bahwa tantangan terberat yang paling banyak menyita tenaga sejauh ini adalah bencana tanah longsor dan angin puting beliung.

Meski demikian, dinamika tugas relawan terus menuntut kesiagaan lintas musim. Mulai dari musiim penghujan dimana fokus utama tertuju pada mitigasi dan evakuasi longsor serta angin puting beliung.

Sementara di musim kemarau kewaspadaan harus ditingkatkan terhadap ancaman kebakaran rumah dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Menurutnya, bencana selalu datang tanpa bisa diprediksi. Oleh karena itu, konsistensi dan kesiapsiagaan mutlak menjadi pegangan setiap relawan Tagana yang selalu standby bersama puluhan rekan sejawatnya di lapangan.

Bergabung dengan Tagana, lanjut Afril, memberikan banyak nilai tambah terutama dalam hal pembentukan mental siaga dan peningkatan kewaspadaan diri yang terlatih secara profesional dalam situasi darurat.

Di balik kesibukannya sebagai seorang ibu sekaligus relawan garis depan, senyuman ramah Afril mencerminkan ketulusan seorang Srikandi Subang yang senantiasa siap siaga menjaga keselamatan sesama di atas tanah kelahiran mereka.