Om Zein Dorong Kader HMI Jadi Pemimpin Berkarakter di Tengah Disrupsi Digital

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein saat menghadiri pembukaan Training Raya Nasional HMI Cabang Purwakarta di Bale Maya Datar.
Sumber :
  • Didin/Purwasuka Viva

Purwasuka – Arus digitalisasi yang semakin masif dinilai membawa tantangan baru bagi generasi muda, khususnya mereka yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan.

img_title Bantuan Pangan Sudah 100 Persen, Stok Beras di Bulog Subang Aman

Karena itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein mengajak Kader HMI untuk memperkuat nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai fondasi menghadapi era disrupsi digital.

Pesan tersebut disampaikan Om Zein saat menghadiri pembukaan Training Raya Tingkat Nasional Intermediate Training (LK II) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta Tahun 2026 yang berlangsung di Bale Maya Datar, Senin (8/6/2026).

img_title Perkuat Ketahanan Pangan, BULOG KC Subang Telah Salurkan 8.052 Ton Beras Bantuan Pangan

Kegiatan yang mengusung tema "Revitalisasi Nilai Keislaman dan Keindonesiaan Kader HMI Menuju Kepemimpinan Progresif di Era Disrupsi Digital" tersebut diikuti peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Forum kaderisasi ini menjadi salah satu agenda strategis HMI dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan kader, baik di tingkat organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

img_title HMI Purwakarta dan Wamenko Pangan Perkuat Komitmen Bangun Ketahanan Pangan Berbasis Digital

Selain sebagai proses kaderisasi formal, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi, refleksi, dan pertukaran gagasan mengenai tantangan sosial yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam sambutannya, Om Zein yang juga merupakan alumni HMI menyoroti perubahan signifikan yang terjadi di tengah masyarakat akibat percepatan transformasi digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi telah membuka akses informasi tanpa batas yang menghadirkan banyak peluang, namun sekaligus menyimpan tantangan yang harus dihadapi secara bijak.

Ia menilai perkembangan media sosial dan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial masyarakat. Kemudahan yang ditawarkan teknologi memang membantu berbagai aktivitas kehidupan.

Akan tetapi, ketergantungan berlebihan terhadap perangkat digital dapat berdampak pada menurunnya daya kritis dan kepekaan sosial generasi muda.

"Di era sekarang, informasi datang begitu cepat. Tantangannya bukan lagi mencari informasi, tetapi bagaimana kita mampu menyaring dan memahami informasi tersebut secara benar," ujar Om Zein.

Menurutnya, tantangan kepemimpinan masa kini jauh lebih kompleks dibandingkan masa sebelumnya.

Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar tidak mudah terjebak oleh informasi yang menyesatkan.

Halaman Selanjutnya
img_title