Antusiasme Pendaftar Polri 2026 di Purwakarta Tinggi, 109 Lolos Verifikasi Awal
- Didin/Purwasuka Viva
Purwasuka – Minat generasi muda di Kabupaten Purwakarta untuk bergabung dengan Kepolisian Republik Indonesia pada tahun anggaran 2026 menunjukkan tren yang sangat positif. Hal ini terlihat dari tingginya jumlah pendaftar Polri 2026 yang mengikuti proses seleksi awal di tingkat daerah.
Berdasarkan data resmi dari panitia bantuan penerimaan (Pabanrim) Polres Purwakarta, sebanyak 109 peserta dinyatakan lolos tahap verifikasi administrasi awal (vermin). Mereka berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya di tingkat provinsi.
Seleksi Awal Berlangsung Ketat dan Transparan
Proses pemeriksaan administrasi dilaksanakan secara langsung di Mapolres Purwakarta sejak pembukaan pendaftaran resmi.
Setiap peserta diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan dokumen serta menjalani pemeriksaan fisik dasar, termasuk pengecekan postur tubuh.
Panitia seleksi menyebutkan bahwa dari ratusan pendaftar yang melakukan registrasi secara daring, hanya 109 orang yang dinyatakan memenuhi syarat awal.
Hal ini menunjukkan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan objektif sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Mabes Polri.
Perwakilan panitia menjelaskan bahwa peserta yang lolos merupakan mereka yang telah memenuhi seluruh ketentuan administrasi serta kriteria fisik dasar.
Dengan demikian, mereka berhak melanjutkan ke tahapan seleksi lanjutan di tingkat Polda Jawa Barat.
Jalur Pendaftaran Beragam
Para pendaftar yang mengikuti seleksi berasal dari berbagai jalur penerimaan. Di antaranya jalur Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama.
Setiap jalur memiliki standar seleksi yang berbeda, namun tetap mengedepankan prinsip profesionalisme dan integritas.
Tingginya jumlah peserta dari berbagai jalur ini mencerminkan besarnya minat pemuda-pemudi Purwakarta untuk mengabdi sebagai anggota Polri.
Selain itu, hal ini juga menunjukkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Prinsip BETAH Jadi Landasan Seleksi
Dalam pelaksanaan seleksi, panitia menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Prinsip ini menjadi landasan utama guna memastikan proses rekrutmen berjalan adil dan bebas dari praktik kecurangan.
Panitia juga mengingatkan kepada seluruh peserta dan orang tua agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.