Police Goes to School Purwakarta Perkuat Karakter Siswa Cegah Kenakalan Remaja
- Didin/Purwasuka Viva
Purwasuka – Upaya membangun masa depan generasi muda tidak hanya bertumpu pada kecerdasan akademik, tetapi juga karakter dan kedisiplinan.
Berangkat dari semangat tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purwakarta terus mengintensifkan program Police Goes to School sebagai langkah preventif menghadapi ancaman kenakalan remaja.
Pada Kamis (9/4/2026), kegiatan edukatif ini digelar di SMP Negeri 1 Sukatani. Program tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Purwakarta bersama jajaran Polwan Presisi.
Suasana berlangsung interaktif dengan pendekatan yang komunikatif, sehingga para siswa dapat terlibat aktif dalam setiap sesi.
Kehadiran aparat kepolisian di lingkungan sekolah tidak sekadar memberikan sosialisasi formal. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah dialog terbuka antara polisi dan pelajar.
Berbagai isu yang kerap dihadapi remaja dibahas secara lugas, mulai dari pergaulan bebas hingga dampak negatif media sosial.
Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter generasi muda menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Menurutnya, para pelajar perlu memahami bahwa menjauhi kenakalan remaja serta mematuhi aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap masa depan mereka. Hal tersebut sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas.
Selain itu, edukasi mengenai literasi hukum juga diberikan sebagai bekal penting bagi para siswa.
Dengan pemahaman hukum sejak dini, diharapkan mereka memiliki pertahanan diri yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh perilaku menyimpang.
Dalam sesi materi, tim Unit Kamsel menyampaikan berbagai ancaman nyata yang sering dihadapi pelajar.
Salah satunya adalah bahaya tawuran yang tidak hanya merugikan secara fisik, tetapi juga dapat berdampak pada masa depan hukum dan pendidikan siswa.
Para siswa juga diajak untuk lebih bijak dalam memilih lingkungan pergaulan.
Tidak kalah penting, mereka diberikan pemahaman tentang penggunaan media sosial secara cerdas agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi negatif maupun hoaks.