Teks Khutbah Jumat: Jauhi Sifat Malas
- info.metrokota.go.id
Oleh karena itu, hal terbaik yang harus ditanamkan dalam diri kita adalah menjaga semangat atau spirit untuk tidak melewatkan kesempatan-kesempatan yang diberikan Allah swt dalam melakukan kebaikan kepada sesama, mengamalkan berbagai macam ibadah sebagai wasilah taqarrub kepada Allah, dan seterusnya. Begitu kita masih merasa sempat dan mampu, saat itu pula kita harus memanfaatkan kesempatan tersebut. Tidak menunda, apalagi malas.
Ma’asyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah.
Imam Hasan Al-Bashri pernah memberikan nasihat terkait sikap malas. Beliau berkata, “Waspadalah kamu dengan sikap menunda-nunda. Kamu sekarang berada di hari ini dan bukan esok hari. Apabila hari esok tiba, kamu akan berada di hari tersebut dan sekarang kamu masih berada di hari ini. Jika hari esok tidak datang kepadamu, maka jangan sesali atas apa yang tidak kamu lakukan hari ini”.
Sifat malas hanya bisa menumpuk pekerjaan atau tanggung jawab. Karena kemalasan, bisa saja hari ini lalai dengan tanggung jawab yang diberikan, begitu juga keesokan harinya, dan seterusnya. Pemalas cenderung hanya memutar waktu tanpa makna atau nilai.
Umar ibn al-Khatthab pernah menulis surat kepada Abu Musa al-Asy’ari yang kala itu sedang berada di Bashrah, beliau menulis, “Jangan engkau menunda pekerjaan hari ini ke esok hari, sebab pekerjaan tersebut akan menumpuk dan engkau akan kehilangan kesempatan untuk menyelesaikannya.
Ma’asyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah.
Kita perlu mengatur waktu, jangan biarkan waktu mengalir begitu saja. Kendali waktu ada pada kita masing-masing. Waktu tidak akan berubah, tetap 24 jam. Waktu akan begitu sangat bermakna bila kita mampu mengaturnya.
Secara sederhana, kita dapat menyimulasikan bahwa pada jam 02:30 WIB misalnya, kita harus bangun tidur mengerjakan shalat malam, dilanjutkan dengan shalat Subuh. Pada jam 06.30 WIB sebelum berangkat kerja kita melaksanakan shalat Dhuha. Begitu seterusnya. Bila hal ini dibiasakan, kedisiplinan kita akan terus tumbuh dan dijauhkan dari sifat malas.
Rasulullah saw pernah mengingatkan agar kita tidak menjadi pemalas atau orang yang kerap kali menunda-nunda waktu. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah saw pernah menasihati seseorang,