Jelang Libur Lebaran, Volume Sampah Diprediksi Naik 20 Persen, DLH Subang Kerahkan 178 Pasukan Oranye

Pasukan oranye Subang
Sumber :

Purwasuka – Menjelang libur Lebaran 2026, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang memprediksi terjadi kenaikan volume sampah hingga 20 persen dibandingkan hari biasa. Sampah yang meningkat diperkirakan didominasi oleh sampah rumah tangga (domestik). DLH pun mengimbau masyarakat maupun pengendara agar tidak membuang sampah sembarangan.

img_title Srikandi Cantik Tagana Subang: Ketangguhan Neni Afriliyani di Garis Depan Kebencanaan

“Berkaca dari tahun lalu, kenaikan volume sampah bisa mencapai 15 hingga 20 persen. Artinya, kesadaran masyarakat maupun pengendara untuk membuang sampah pada tempatnya masih perlu ditingkatkan,” ujar Kepala DLH Subang, Andri Mulya Priatna, kepada Purwasuka Viva, Selasa (17 Maret 2026).

Menurut Andri, lonjakan volume sampah biasanya terjadi mulai H-1 hingga H+5 Lebaran. Adapun wilayah yang diperkirakan mengalami peningkatan sampah antara lain jalur protokol, Alun-Alun Subang, hingga kawasan wisata.

img_title BULOG Subang Salurkan Banpang untuk 277.954 penerima bantuan, Pengecekan Kualitas Dilakukan

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, DLH Subang menyiapkan 18 truk pengangkut sampah dan mengerahkan 178 pasukan oranye yang terdiri dari petugas penyapu jalan dan pengangkut sampah.

Andri menambahkan, pihaknya juga memberikan bingkisan kepada para pasukan oranye sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka selama bertugas. Selain itu, para petugas juga menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari pemerintah. “Sebanyak 178 pasukan oranye di lingkungan kami saat ini berstatus PPPK paruh waktu dan mereka mendapatkan THR,” ungkapnya.

img_title Pasar Tradisional di Subang Belum Terapkan QRIS, Transaksi Digital Masih Sebatas Transfer Bank

Sementara itu, salah satu petugas pasukan oranye, Ningsih, mengatakan tugas berat telah menantinya saat masyarakat menikmati libur Idulfitri bersama keluarga. Ia tetap harus bertugas membersihkan sampah di jalur protokol dan pusat keramaian di Subang.

“Ya mau bagaimana lagi, pekerjaan harus dituntaskan,” kata Ningsih dengan nada lirih.

Meski demikian, Ningsih berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat. “Memang itu tugas kami, tetapi persoalan sampah harus ditangani bersama. Yang paling utama adalah kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya.