Jelang Ramadan, Dinsos Subang Terima Limpahan Puluhan Gepeng dan Manusia Silver Hasil Razia Satpoldam

Gepeng diberikan pembinaan oleh Dinsos Subang
Sumber :

Purwasuka – Sebanyak 35 gelandangan dan pengemis (gepeng) serta manusia silver terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpoldam) Subang pada awal tahun 2026.

img_title Srikandi Cantik Tagana Subang: Ketangguhan Neni Afriliyani di Garis Depan Kebencanaan

Satpoldam yang berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Subang melimpahkan para gepeng dan manusia silver tersebut untuk dilakukan pembinaan.

“Betul, di awal tahun 2026 ini kami sudah menerima 35 orang gepeng dan manusia silver dari Satpoldam Subang,” ujar Kepala Dinsos Subang, Saeful Arifin, saat diwawancarai Purwasuka Viva, Rabu (11/2/2026).

img_title BULOG Subang Salurkan Banpang untuk 277.954 penerima bantuan, Pengecekan Kualitas Dilakukan

Selanjutnya, para gepeng dan manusia silver tersebut dipulangkan ke rumah masing-masing dan diharapkan tidak kembali menjalani aktivitas serupa.

Saeful mengatakan, pihaknya sempat berencana mengirim mereka ke panti sosial untuk mendapatkan pelatihan kewirausahaan, seperti menjahit dan keterampilan lainnya. Namun, para gepeng dan manusia silver tersebut menolak.

img_title Pasar Tradisional di Subang Belum Terapkan QRIS, Transaksi Digital Masih Sebatas Transfer Bank

“Mereka ingin dipulangkan saja ke rumah masing-masing. Ada yang berasal dari Kabupaten Subang dan ada juga dari kabupaten lain,” tambahnya.

Menjelang bulan Ramadan, pihaknya juga mengimbau pengendara dan masyarakat agar tidak memberikan uang kepada gepeng. Hal tersebut karena selama bulan suci biasanya banyak warga yang mencoba peruntungan untuk memperoleh pendapatan lebih dengan cara mengemis.

“Kami akan melakukan imbauan. Spanduk juga akan kami pasang untuk mengingatkan pengendara,” jelasnya.

Senada dengan Saeful, Kepala Satpoldam Subang, Filbert Gunadi, menyatakan jajarannya terus bergerak melakukan razia, terlebih menjelang bulan Ramadan. Razia tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama bulan suci.

“Biasanya pada bulan Ramadan sering ditemukan gepeng di jalan perkotaan dan di sekitar lampu merah,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum musiman untuk mencari keuntungan dengan cara mengemis, karena pada dasarnya banyak gepeng yang masih dalam kondisi sehat dan berpotensi memperoleh pekerjaan yang layak.

“Fokus kami pada ketertiban, kebersihan, dan keindahan (K3). Oleh karena itu, jangan menjadi gepeng musiman karena akan kami tindak tegas melalui razia,” tutupnya.