Jadi Langganan Banjir, Ini Rekam Kejadian di Wilayah Subang Utara yang Diusulkan Menjadi Kabupaten Baru ke Kemendagri
Purwasuka – Kabupaten Subang dengan cakupan 2.051,76 km² (atau 205.176,95 hektar). Wilayah ini memiliki 30 kecamatan yang terbagi menjadi zona pegunungan di selatan, berbukit/dataran di tengah, hingga dataran rendah di utara.
Khusus mengenai Subang wilayah utara, daerah tersebut seringkali terjadi banjir, bahkan warga setempat seakan terbiasa menghadapi banjir.Purwasuka Viva telah merangkum kejadian banjir yang terjadi diwilayah tersebut.
Tahun 2014
Banjir di Pantura Subang yang terjadi pada 18 januari 2014 diperkirakan menyebabkan kerugian sebesar 1 triliun rupiah.
Banjir yang melanda 13 kecamatan dan meliputi 109 desa membuat 40.006 warga menjadi pengungsi di 58 lokasi. Banjir juga merusak 12.960 Ha sawah dan 2.437 sarana lain.
Menurut Satgas Penanggulangan Bencana dan Pengungsi, Dadi Gunadi bencana tersebut telah menyebabkan 7 orang meninggal dunia yang terdiri dari 2 orang wanita dan 5 orang pria.
Bencana banjir tersebut merupakan kejadian terburuk selama 8 tahun terakhir dengan penyebab jebolnya tanggul di Bojongkeding.
Tahun 2021
Pada tahun 2021 banjir di Pantura disebabjan meluapnya Sungai Cipunagara, Ciasem dan Cilamaya. Banjir juga menyebabkan 21.319 rumah, 2.768 hektare tambak dan 11.312 hektare sawah terendam.Tidak hanya itu, banjir juga merendam 10 rumah ibadah dan 6 sekolah
Khusus untuk penyebab banjir pantura pada 6-7 Februari 2021 disebabkan meluapnya Sungai Cipunagara, Ciasem, dan Cilamaya," ujar Kepala BPBD Subang Hidayat saat itu.
Kepala Daerah Kabupaten Subang kala itu,Ruhimat menyebut penanganan banjir di Pamanukan sulit dilakukan jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.
Karenanya ia berharap Pemerintah Provinsi Jabar dan pemerintah pusat turut membantu. "Mohon bersabar sedang kami upayakan, semoga secepatnya mendapatkan solusi terbaik" ujar Ruhimat.
Tahun 2026
Banjir yang terjadi berdampak pada 2.128 rumah dan 2.476 kepala keluarga di enam desa wilayah Subang. Sebanyak 172 jiwa mengungsi di Desa Ciasem Hilir dan 1.629 jiwa di Desa Ciasem Tengah.
Kecamatan Pamanukan, Sukasari, Ciasem, Pusakajaya, Pusakanagara, Blanakan, Compreng, dan Legonkulon terdampak akibat luapan Sungai Ciasem, Cimacan, Kalensama, dan Cijengkol.Dengan ketinggian air dilaporkan mencapai satu hingga satu setengah meter.
Pemerintah Kabupaten Subang pun menetapkan status tanggap darurat hingga 7 Februari 2026. Penanganan bencana melibatkan Kemensos, pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat.