Waspada! Bolehkah Penderita Asam Urat Mengonsumsi Tahu dan Tempe Kedelai?
- Youtube dr. Cahyo Edukes
Purwasuka – Vivanians, tahu dan tempe kedelai sering dianggap pantangan bagi penderita asam urat tinggi karena bahan dasarnya kacang kedelai.
Makanan dengan kandungan purin tinggi akan menyebabkan kadar asam urat meningkat drastis, ini termasuk Tahu dan Tempe Kedelai.
Namun, ternyata Tahu dan Tempe Kedelai memiliki khasiat unik yang dapat membantu pengeluaran asam urat dari tubuh.
Oleh sebab itu, tidak semua orang akan mengalami keluhan nyeri sendi setelah makan Tahu dan Tempe Kedelai.
Jadi, perlu diketahui secara pasti prosedur aman mengonsumsi Tahu dan Tempe Kedelai.
Prosedur Konsumsi Tahu dan Tempe
Meskipun kedelai tinggi purin, ada beberapa kondisi yang menentukan apakah penderita asam urat boleh atau tidak mengonsumsi Tahu dan Tempe Kedelai:
- Kadar Asam Urat Tidak Terlalu Tinggi: Jika kadar asam urat masih di bawah 10 mg/dL dan tidak ada keluhan nyeri sendi, Tahu dan Tempe Kedelai masih boleh dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan.
- Muncul Nyeri Sendi Setelah Konsumsi: Apabila muncul keluhan nyeri sendi setelah mengonsumsi Tahu dan Tempe Kedelai, sebaiknya konsumsi dihindari untuk sementara waktu sampai kadar asam urat kembali normal.
- Kadar Asam Urat Sangat Tinggi: Jika kadar asam urat sudah di atas 10 mg/dL, disarankan untuk menghindari secara total semua produk olahan kedelai, termasuk Tahu dan Tempe Kedelai.
Mekanisme Asam Urat vs. Kedelai
Perlu diketahui bahwa kacang kedelai, yang menjadi bahan dasar Tahu dan Tempe Kedelai, memiliki dua sisi:
- Tinggi Purin: Kedelai memang cukup tinggi kandungan purinnya, yang jika dipecah akan menjadi asam urat.
- Meningkatkan Ekskresi: Di sisi lain, kedelai juga memiliki khasiat yang membantu meningkatkan ekskresi atau pengeluaran asam urat dari tubuh melalui urine.
Sifat dualistik inilah yang menyebabkan reaksi tubuh tiap penderita asam urat terhadap Tahu dan Tempe Kedelai bisa berbeda-beda.
Catatan Penting
Penderita harus selalu memantau kadar asam urat dan memperhatikan reaksi tubuh setelah makan. Konsumsi Tahu dan Tempe Kedelai harus disesuaikan dengan kondisi pribadi masing-masing.**