Event Jawa Barat Maret 2026 Hasilkan Rp164 Miliar, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Rangkaian event Jawa Barat Maret 2026 sukses menarik ratusan ribu pengunjung dan menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp164 miliar.
Purwasuka – Penyelenggaraan event Jawa Barat sepanjang Maret 2026 memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.
Berdasarkan hasil evaluasi bulanan, sebanyak 18 event sukses digelar di delapan kabupaten/kota dengan total kunjungan mencapai 525.000 orang.
Data menunjukkan mayoritas pengunjung berasal dari wilayah Jawa Barat sendiri, yakni sebesar 78 persen.
Sementara itu, 18 persen pengunjung datang dari luar daerah dan 4 persen lainnya merupakan wisatawan mancanegara.
Tingginya angka partisipasi ini menegaskan bahwa event Jawa Barat masih menjadi magnet utama dalam menggerakkan mobilitas wisatawan sekaligus aktivitas ekonomi lokal.
Dari sisi ekonomi, dampak yang dihasilkan terbilang besar. Total perputaran uang selama penyelenggaraan event Jawa Barat pada Maret 2026 mencapai Rp164 miliar.
Angka ini tidak lepas dari keterlibatan berbagai pelaku industri kreatif dan masyarakat.
Secara rinci, terdapat sekitar 5.250 tenaga kerja yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan kegiatan.
Selain itu, sebanyak 1.761 pelaku seni turut ambil bagian dalam meramaikan event, serta 2.032 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang berkontribusi melalui produk dan layanan mereka.
Beberapa event Jawa Barat bahkan mencatatkan kontribusi ekonomi yang menonjol. Indonesia HijabFest dan Jagat Aroma menjadi dua kegiatan dengan nilai transaksi tertinggi, masing-masing mencapai Rp50 miliar.
Di posisi berikutnya, TradeMark Market menyumbang perputaran ekonomi sebesar Rp27,6 miliar.
Sementara itu, Roadshow Kuliner Viral Indonesia 2026 mencatatkan transaksi sebesar Rp12 miliar.
Tidak hanya berdampak pada ekonomi, kualitas penyelenggaraan event Jawa Barat juga menunjukkan tren positif.
Sebanyak 98 persen event telah menerapkan sistem pengelolaan sampah yang baik. Hal ini mencerminkan komitmen terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, 82,4 persen event telah menyediakan fasilitas ramah difabel. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dari sisi tema, event Jawa Barat selama Maret 2026 banyak mengangkat unsur akulturasi budaya dan nuansa religi Sunda.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam memperkuat identitas lokal sekaligus menjadi daya tarik wisata yang khas.
Meski secara umum berjalan lancar, sejumlah tantangan masih ditemukan dalam pelaksanaan di lapangan.