Transmisi Manual: Awet, Irit, tapi Kini Mulai Ditinggalkan

Transmisi manual
Sumber :
  • Pinterest

Purwasuka – Buat kamu yang pernah dengar atau bahkan mengalami sendiri kerusakan transmisi matic—mulai dari CVT yang jebol sampai AT konvensional yang bikin kantong jebol puluhan juta—pasti merasa beruntung kalau pakai mobil manual. Soalnya, dibanding transmisi matic, perawatan transmisi manual jauh lebih murah dan simpel.

img_title Dedi Mulyadi Permudah Pembayaran Pajak Kendaraan, Kini Tak Wajib Bawa KTP Pemilik

Kalau rusak? Ya paling cuma ganti kampas kopling, rumah matahari, atau master kopling atas-bawah. Biayanya juga enggak sampai belasan juta. Sementara kalau matic yang rusak, siap-siap nangis di bengkel.

Selain hemat di ongkos perbaikan, mobil manual juga punya keunggulan di medan ekstrem. Tanjakan curam? Jalanan bebatuan? Buat pengemudi mobil manual, itu bukan masalah besar. Dengan teknik mengemudi yang oke, mobil manual hampir selalu bisa diandalkan. Mau penggerak depan (FWD) atau belakang (RWD), asal sopirnya jago, pasti bisa tembus.

img_title Targetkan PAD Rp 1 Triliun Lebih, Bapenda Subang Gercep Sisir Potensi Pajak

Tapi Zaman Sudah Berubah

Sayangnya, meski punya banyak keunggulan, nasib mobil manual kini sedang tidak baik-baik saja. Kenapa? Karena kebanyakan orang sekarang lebih memilih mobil matic.

img_title Cuci Kendaraan Tanpa Ribet: 5 Rekomendasi Jet Cleaner untuk Aliran Energi Lancar

Mobil baru dengan transmisi manual biasanya cuma tersedia di varian terendah. Jadi, buat yang ingin fitur-fitur lengkap dan tampilan lebih mewah, mereka “dipaksa” beli mobil matic karena pilihan transmisi manual enggak tersedia di trim tengah atau atas.

Efeknya? Mobil manual makin sedikit peminat. Bahkan di pasar mobil bekas, mobil manual lebih sulit laku. Banyak calon pembeli yang langsung mundur begitu tahu mobil incaran mereka pakai transmisi manual.

Transmisi Manual Didesain “Enggak Laku”?

Banyak yang merasa pabrikan pun sengaja “menyingkirkan” transmisi manual. Selain karena minim peminat, secara bisnis juga lebih menguntungkan jika fokus di satu jenis transmisi saja. Soalnya, setiap jenis mesin dan transmisi harus melalui proses sertifikasi emisi, keselamatan, dan efisiensi. Kalau harus uji dua-duanya (manual dan matic), ya biayanya jadi dua kali lipat.

Ditambah lagi, teknologi modern seperti adaptive cruise control, hill start assist, stop & go system, hingga auto parking enggak cocok dipasangkan dengan transmisi manual. Akhirnya, mobil manual makin tersisih karena enggak sejalan sama perkembangan fitur mobil zaman sekarang.

Halaman Selanjutnya
img_title