Tips Menanam Singkong Menggunakan Metode Rebahan, Mudah Dilaksanakan dan Cepat Panen!

Singkong
Sumber :

Purwasuka – Vivanians, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menanam singkong di kebun adalah dengan metode rebahan alias metode stek tidur. 

img_title 8 Tips Liburan Saat Cuaca Buruk agar Tetap Aman dan Nyaman

Nama metode rebahan merupakan nama lain dari metode stek kubur pada tanaman singkong. 

Metode rebahan dalam menanam singkong bisa jadi alternatif terbaik buat Anda yang sedang menanam singkong di kebun rumah. 

img_title Resep Rahasia Cah Jagung Ayam Ala Resto yang Bikin Nagih Parah

Selain simpel, metode rebahan menanam singkong ini diharapkan bisa menghasilkan panen yang berbeda dari cara menanam singkong pada umumnya. 

Dilansir  VIVA Purwasuka dari YouTube @DLLIMAJAYA, berikut tips menanam singkong menggunakan metode rebahan:

img_title Akar Sekuat Beton! Trik Rahasia Garam Dapur Biar Tanaman Gak Rawan Loyo Mendadak

Tips Menanam Singkong Menggunakan Metode Rebahan

Inovasi dalam dunia pertanian terus berkembang. Kali ini, seorang petani singkong melakukan eksperimen menarik dengan metode tanam rebahan atau dikubur, menawarkan potensi pertumbuhan yang berbeda meski dihadapkan pada beberapa tantangan.

Dalam metode ini, batang singkong dipotong dengan panjang sekitar 10-15 cm, menyisakan 4-5 mata tunas.

Potongan batang ini kemudian ditimbun atau dikubur secara horizontal di dalam tanah.

Berdasarkan percobaan awal, dua batang yang ditanam dengan metode ini menunjukkan pertumbuhan akar dan tunas yang lebat.

Perkembangan Awal dan Tantangan yang Dihadapi

Dalam penjelasan akun YouTube di atas, setelah 12 hari penanaman, sebagian bibit mulai menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan tunas.

Lahan yang digunakan sebelumnya telah ditaburi pupuk kandang dari kotoran kambing untuk memperkaya nutrisi tanah.

Namun, metode tanam rebahan ini juga menghadirkan beberapa kendala. Pada usia 20 hari, beberapa bibit menunjukkan pertumbuhan tunas yang lambat atau bahkan mati akibat terkena jamur.

Hal ini disinyalir karena penimbunan bibit yang terlalu dalam dan kondisi tanah yang terlalu basah, menyebabkan tunas layu. Penanaman yang terlalu dalam juga memperlambat proses tumbuhnya tunas.

Selain itu, keberadaan unggas peliharaan seperti bebek dan ayam menjadi hama yang signifikan.

Banyak tunas yang baru tumbuh rusak atau mati karena dimakan oleh unggas-unggas tersebut, menyebabkan pertumbuhan akar optimal namun tunas gagal berkembang. Kondisi bibit yang kering juga menjadi faktor kegagalan tumbuh pada beberapa kasus.

Solusi dan Harapan ke Depan

Halaman Selanjutnya
img_title