Penemuan Mayat di Waduk Jatiluhur, Polres Purwakarta Lakukan Evakuasi Cepat

Polisi evakuasi jasad pria di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, tanpa tanda kekerasan.
Sumber :
  • Didin/Purwasuka Viva

Purwasuka – Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Purwakarta bergerak cepat mengevakuasi sesosok jasad pria yang ditemukan di kawasan perairan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 6 April 2026, tepatnya di Kampung Citerbang, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sukatani.

img_title Panen Raya Jagung di Purwakarta Perkuat Program Swasembada Pangan Nasional 2026

Korban diketahui berinisial AB (56), warga Kampung Servis Karang Anyar, Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur. Penemuan mayat ini pertama kali dilaporkan oleh seorang saksi bernama Juhdi (50) sekitar pukul 12.00 WIB saat dirinya tengah berjaga di area kolam Jaring Apung (KJA).

Kapolres Purwakarta, I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasat Polair, Jamal Nasir, membenarkan adanya kejadian tersebut.

img_title Peresmian Islamic Boarding School Internasional di Darangdan Dapat Dukungan Polres Purwakarta

Ia menjelaskan bahwa petugas langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

Menurut keterangan saksi di lapangan, peristiwa bermula saat sebuah perahu terlihat melaju tanpa kendali menuju area kolam KJA. Perahu tersebut kemudian menabrak bagian kolam yang sedang dijaga oleh saksi.

img_title Polres Purwakarta Imbau Bobotoh Tertib dan Hindari Miras Saat Persib vs Persijap

“Saat diperiksa, saksi menemukan seorang pria dalam kondisi terlentang di atas perahu. Korban diduga sudah dalam keadaan meninggal dunia saat ditemukan,” ungkap Jamal Nasir.

Mendapat informasi tersebut, tim gabungan dari Satpolair, unit Sabhara, Unit Inafis, serta piket fungsi Reserse Kriminal Polres Purwakarta segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Proses identifikasi dilakukan guna memastikan kondisi korban serta mengungkap penyebab kematian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh tim identifikasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini mengindikasikan bahwa korban kemungkinan meninggal bukan akibat tindakan kriminal.

“Korban mengenakan celana pendek berbahan kain berwarna hijau muda dengan ikat pinggang hitam. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah.

“Atas permintaan keluarga, jenazah korban langsung kami evakuasi ke rumah duka untuk segera dimakamkan,” tambah Jamal.

Peristiwa penemuan mayat di Waduk Jatiluhur ini menjadi perhatian aparat kepolisian sekaligus pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.

Halaman Selanjutnya
img_title