Melawan Hoaks Untuk Wujudkan Pemilu Sehat

kegiatan Seminar dan Workshop “Lawan Misinformasi untuk Pemilu Sehat”
Sumber :

Purwasuka – Terdapat 153,7 juta pengguna media sosial berusia di atas 18 tahun di Indonesia. Kebutuhan untuk menjaga ruang digital menjadi sangat krusial. Maraknya hoaks berdampak signifikan pada proses demokrasi. Oleh karena itu proses fact checking dan literasi digital sangat penting untuk menjaga ini semua.

img_title RUU Pemilu Disiapkan, Komisi II DPR Tekankan Partisipasi Bermakna dalam Pembahasan

Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi saat membuka kegiatan Seminar dan Workshop “Lawan Misinformasi untuk Pemilu Sehat” yang diselenggarakan di Gedung Sate, Bandung (16/11). 

Kota Bandung merupakan kota terakhir dari rangkaian penyelenggaraan kegiatan ini, setelah sebelumnya sudah dilaksanakan di 7 kota lainnya, yaitu: Ternate, Manado, Jayapura, Kupang, Pekanbaru, Jakarta, dan Samarinda

img_title Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Nasional 25–27 September 2026 Hoaks

Lebih lanjut Ketua Badan Pengawas Pemiihan Umum (Bawaslu), Rahmat Bagja, mengungkapkan pentingnya menjaga pesta demokraasi ini tetap gembira, 

“Hoaks bisa menerpa siapa saja, tidak terkait dengan jenjang pendidikan. Penting peranan para penggiat literasi digital untuk mengedukasi masyarakat. Yuk kita jaga pemilu tetap gembira, walau berbeda pendapat masih bisa bercengkrama bersama untuk kebaikan demokrasi indonesia” ujarnya.

img_title DPD PKS Kabupaten Subang Gelar Training Orientasi Partai, Bekali 100 Calon Relawan dengan Pendidikan Politik

Esther Samboh, Manager Kebijakan Publik WhatsApp Indonesia, menyatakan bahwa WhatsApp memiliki komitmen untuk terus mendukung literasi digital di Indonesia. 

“Kami harap rangkaian program melawan misinformasi yang sudah dijalankan di 7 kota dan diakhiri di Bandung bisa turut membantu pemerintah dan masyarakat untuk dapat menjalankan pemilu dengan sehat. WhatsApp dan ICT Watch terus bekerja untuk menjauhkan masyarakat dari misinformasi di momen Pemilu 2024 dan terus menjalankan program Kampanye Online Berteman Aman melalui akun Instagram @bertemanaman.”

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, DR. Hening Widiatmoko, M.A, menyambut baik kegiatan ini. 

“Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang mendorong penyelenggaraan kegiatan ini, perlu gotong royong dari kita semua untuk penting untuk saling berbagi pengetahuan, strategi, dan pendekatan yang dapat membantu kita bersama-sama mengatasi tantangan ini.”, tegasnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh ICT Watch dan WhatsApp Indonesia dengan dukungan Kementerian Kominfo, Bawaslu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, GNLD SIberkreasi dan Relawan TIK, dihadiri sekitar 100 orang perwakilan dari organisasi masyarakat, pemuda, agama dan juga perguruan tinggi di kota Bandung.

Halaman Selanjutnya
img_title