Pertanda Kurang Baik Jika Bayi Lahir Tidak Menangis, Lakukan Hal Ini!
Purwasuka – Vivanians, secara umum bayi akan lahir ke dunia ini dengan keadaan langsung menangis.Â
Bukan karena kejamnya dunia, tapi bayi menangis pasca lahiran itu merupakan hal yang normal, bahkan baik.Â
Namun, bagaimana jadinya jika bayi yang baru lahir ke dunia dan malah tidak memangis.Â
Yuk kenali pertanda kurang baik bayi yang baru lahiran tapi tidak menangis:
Tangisan Normal, Diam Tanda Masalah
Tangisan bayi yang baru lahir adalah hal yang sangat normal dan menjadi pertanda baik.
Tangisan ini menunjukkan bahwa bayi telah memulai proses pernapasan menggunakan paru-parunya sendiri, menggantikan fungsi oksigenasi yang sebelumnya berasal dari plasenta saat di dalam kandungan.
Tangisan adalah hasil dari tekanan paru-paru yang mendorong keluar cairan ketuban dan menggantinya dengan udara serta oksigen.
Hal ini merupakan salah satu dari tiga tanda bayi sehat atau bukan gawat janin, yaitu tangisan yang kuat, otot yang aktif, dan kulit yang kemerahan.
Penyebab dan Penanganan Bayi yang Tidak Menangis
Penyebab paling umum bayi tidak menangis saat lahir adalah gangguan pernapasan. Beberapa kondisi yang bisa menjadi pemicunya antara lain:
Asfiksia: Kekurangan oksigen saat di dalam kandungan atau selama proses persalinan.
Prematuritas: Paru-paru bayi belum matang sepenuhnya.
Komplikasi persalinan: Seperti lilitan tali pusat atau adanya ketuban kental berwarna hijau yang menghambat fungsi paru-paru.
Infeksi: Baik pada ibu maupun bayi.
Jika bayi tidak menangis, dokter anak akan segera mengambil langkah penanganan yang cepat dan terukur. Prosedur standar yang dilakukan meliputi:
Membebaskan jalan napas: Dengan mengatur posisi kepala bayi.
Menghangatkan dan mengeringkan tubuh bayi.
Memberikan rangsangan (stimulus): Dengan menepuk lembut punggung, pantat, atau kaki bayi.
Jika langkah-langkah ini belum berhasil, tindakan lanjutan seperti pemberian oksigen, obat-obatan, dan perawatan intensif di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) akan dilakukan untuk menstabilkan kondisi bayi.*