Bisnis Bareng Teman Sering Gagal? Ini Penyebab dan Solusinya!
Purwasuka – Banyak orang bermimpi membangun bisnis bersama teman karena terlihat menyenangkan dan mudah. Kenyataannya, sebagian besar partnership bisnis dengan teman justru berakhir dengan kegagalan.
Masalah utama biasanya muncul ketika bisnis mulai berkembang dan melibatkan uang dalam jumlah besar. Persahabatan yang dulunya solid bisa hancur karena perbedaan pandangan dalam mengelola bisnis.
Dilansir dari channel YouTube Theo Derick, ada beberapa faktor psikologi yang membuat bisnis dengan teman menjadi sangat berisiko.
Mengapa Bisnis Bersama Teman Sering Gagal?
Friendship bias menjadi masalah pertama dalam partnership bisnis. Seseorang dipilih sebagai partner karena merasa dekat secara emosional meskipun tidak kompeten di bidang bisnis.
Yang kedua adalah avoidance behavior, dimana karena hubungan pertemanan membuat tidak enak untuk menegur kesalahan partner. Takut merusak persahabatan malah membuat masalah kecil menumpuk jadi besar.
"Karena temenan, jadi ketika ada kesalahan-kesalahan kecil enggak enakan. Jangan sampai ini merusak pertemanan kita," ungkap Theo Derick dalam segmen Dari Nol.
Rahasia Partnership Bisnis
1. Emotional maturity
Emotional maturity menjadi syarat utama untuk menjalankan bisnis bersama teman. Kemampuan mengontrol emosi dan menyampaikan kritik secara dewasa sangat diperlukan.
2. Komunikasi Efektif
Komunikasi yang jelas dan langsung juga penting tanpa ada maksud menyakiti atau menyerang. Semua harus disampaikan secara objektif demi kemajuan perusahaan, bukan ego pribadi.
3. Bekerja Profesional
Profesionalitas dalam bekerja harus tetap dijaga meski dengan teman dekat. Sistem yang transparan terutama soal keuangan juga wajib diterapkan untuk menghindari kecurigaan.
Cara Memilih Partner Bisnis:
Kenali diri sendiri terlebih dahulu, termasuk kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Cari partner dengan keahlian yang saling melengkapi, bukan yang sama persis.
Track record calon partner juga harus dipertimbangkan matang-matang. Lihat pengalaman bisnis sebelumnya dan bagaimana dia menyelesaikan konflik dengan partner terdahulu.
Yang terpenting adalah memiliki nilai dan prinsip hidup yang sama. Perbedaan value akan menyebabkan konflik berkepanjangan yang sulit diselesaikan.