6 Tips Praktis Agar Dapur Minim Sampah, Wajib Coba Bun

Ilustrasi dapur penuh sampah
Sumber :
  • Pinterest

Purwasuka – Permasalahan sampah rumah tangga, terutama dari dapur, sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak keluarga. 

img_title Cicak Sering Berkeliaran di Dapur? Begini Cara Membuat Perangkap Sederhana dan Mencegahnya Masuk Rumah

Sampah plastik dari kemasan sekali pakai, sisa makanan, hingga kebiasaan belanja yang tidak terkontrol membuat volume sampah terus bertambah setiap harinya. 

Padahal, dengan langkah sederhana kita bisa mengurangi timbunan sampah di dapur.

img_title DLH Jabar Cari Lokasi Baru PSEL, TPA Sarimukti Tak Direkomendasikan

Kesadaran untuk beralih ke gaya hidup ramah lingkungan semakin banyak digaungkan. Salah satunya lewat gerakan dapur minim sampah atau zero waste kitchen.

Prinsipnya adalah mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan ulang wadah, serta mengelola sampah organik dengan benar.

img_title 25.000 Mahasiswa Dikerahkan Tangani Sampah Bandung Raya, Target Kurangi 1.000 Ton per Hari

Seorang pegiat gaya hidup berkelanjutan membagikan enam tips mudah agar dapur tetap fungsional, bersih, namun minim menghasilkan sampah.

“Nggak perlu langsung sempurna. Mulai dari langkah kecil dulu, seperti beli barang dalam kemasan besar atau pakai wadah isi ulang,” ujarnya.

Beli dalam kemasan besar atau curah

Dengan membeli minyak, gula, atau bahan pokok lain dalam ukuran besar, kita bisa mengurangi plastik kecil sekali pakai. 

“Minyak goreng di rumah saya beli jerigen 5 liter, bisa tahan sampai 3 bulan. Jerigennya pun bisa dipakai ulang,” jelasnya.

Barang seperti kecap, minyak zaitun, hingga cuka apel sebaiknya dibeli dalam botol kaca. Selain lebih awet, botol kaca bisa digunakan kembali.

“Kaleng dan kaca juga mudah diterima bank sampah,” tambahnya.

Contohnya baking sheet silikon sebagai pengganti kertas roti sekali pakai, kantong belanja kain, beeswax wrap untuk menutup makanan, hingga wadah kaca.

“Investasi awal memang terasa, tapi ini awet dan ramah lingkungan,” katanya.

Sayuran bisa tahan lebih lama jika disimpan dengan benar. Daun hijau bisa dibungkus kain lembap, wortel bisa direndam dalam air.

“Dengan cara ini, makanan nggak cepat layu, jadi sampah organiknya juga berkurang,” ujarnya.

Ganti peralatan dengan material alami

Gunakan sabut kelapa sebagai pengganti spons plastik, sikat botol dari serat alami, hingga sabun cuci piring padat.

“Selain ramah lingkungan, lebih tahan lama dipakai,” jelasnya.

Sisa sayur dan kulit buah bisa masuk ke komposter untuk dijadikan pupuk.

Halaman Selanjutnya
img_title