6 Tips Praktis Agar Dapur Minim Sampah, Wajib Coba Bun
Purwasuka – Permasalahan sampah rumah tangga, terutama dari dapur, sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak keluarga.
Sampah plastik dari kemasan sekali pakai, sisa makanan, hingga kebiasaan belanja yang tidak terkontrol membuat volume sampah terus bertambah setiap harinya.
Padahal, dengan langkah sederhana kita bisa mengurangi timbunan sampah di dapur.
Kesadaran untuk beralih ke gaya hidup ramah lingkungan semakin banyak digaungkan. Salah satunya lewat gerakan dapur minim sampah atau zero waste kitchen.
Prinsipnya adalah mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan ulang wadah, serta mengelola sampah organik dengan benar.
Seorang pegiat gaya hidup berkelanjutan membagikan enam tips mudah agar dapur tetap fungsional, bersih, namun minim menghasilkan sampah.
“Nggak perlu langsung sempurna. Mulai dari langkah kecil dulu, seperti beli barang dalam kemasan besar atau pakai wadah isi ulang,” ujarnya.
Beli dalam kemasan besar atau curah
Dengan membeli minyak, gula, atau bahan pokok lain dalam ukuran besar, kita bisa mengurangi plastik kecil sekali pakai.
“Minyak goreng di rumah saya beli jerigen 5 liter, bisa tahan sampai 3 bulan. Jerigennya pun bisa dipakai ulang,” jelasnya.
Barang seperti kecap, minyak zaitun, hingga cuka apel sebaiknya dibeli dalam botol kaca. Selain lebih awet, botol kaca bisa digunakan kembali.
“Kaleng dan kaca juga mudah diterima bank sampah,” tambahnya.
Contohnya baking sheet silikon sebagai pengganti kertas roti sekali pakai, kantong belanja kain, beeswax wrap untuk menutup makanan, hingga wadah kaca.
“Investasi awal memang terasa, tapi ini awet dan ramah lingkungan,” katanya.
Sayuran bisa tahan lebih lama jika disimpan dengan benar. Daun hijau bisa dibungkus kain lembap, wortel bisa direndam dalam air.
“Dengan cara ini, makanan nggak cepat layu, jadi sampah organiknya juga berkurang,” ujarnya.
Ganti peralatan dengan material alami
Gunakan sabut kelapa sebagai pengganti spons plastik, sikat botol dari serat alami, hingga sabun cuci piring padat.
“Selain ramah lingkungan, lebih tahan lama dipakai,” jelasnya.
Sisa sayur dan kulit buah bisa masuk ke komposter untuk dijadikan pupuk.