Milangkala Desa Dangdeur ke-43 Digelar di Pasar Sasagaran
- Purwasuka Viva/Humas Purwakarta
Kehadiran berbagai pertunjukan tersebut memperlihatkan bahwa perayaan hari jadi desa tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial. Seni dan budaya ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
Hal tersebut juga sejalan dengan aktivitas Galura Jomantara yang sebelumnya diberitakan menjadi wadah bagi anak muda Desa Dangdeur untuk mempelajari dan menjaga kesenian Sunda.
Ohang dan Ceu Popon Meriahkan Acara
Suasana perayaan semakin ramai dengan kehadiran sejumlah pengisi acara.
Penampilan Ohang dan Ceu Popon turut menghibur masyarakat yang datang ke kawasan Pasar Sasagaran. Perpaduan pertunjukan seni tradisional dengan hiburan tersebut membuat rangkaian Milangkala Desa Dangdeur berlangsung lebih semarak.
Kegiatan juga diisi dengan prosesi potong tumpeng. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan Desa Dangdeur yang telah mencapai usia 43 tahun.
Selain itu, dilakukan pula penyerahan sertifikasi halal secara simbolis dalam rangkaian acara.
Dengan beragam agenda tersebut, perayaan tidak hanya menjadi ruang hiburan masyarakat. Kegiatan juga mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu rangkaian acara di kawasan Pasar Sasagaran.
Bupati Dorong Ekonomi dan Budaya Berjalan Bersama
Saepul Bahri Binzein menilai keberadaan pasar dan ruang kesenian memiliki peran yang saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat.
Pasar Sasagaran diharapkan dapat terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat bagi pedagang maupun warga sekitar.
Di sisi lain, Lingkung Seni Galura Jomantara diharapkan menjadi tempat bagi generasi muda untuk mengenal budaya daerah. Ruang tersebut juga dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan seni sekaligus memperkenalkan kesenian lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Bupati menegaskan pembangunan daerah tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, pemerintah bersama masyarakat juga perlu membangun ruang ekonomi, sosial dan budaya yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Semoga Desa Dangdeur semakin maju, Pasar Sasagaran semakin berkembang, dan kesenian serta budaya lokal terus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Harapan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar pertumbuhan ekonomi masyarakat tetap berjalan beriringan dengan pelestarian budaya.
Perayaan Jadi Ruang Silaturahmi Warga
Milangkala Desa Dangdeur ke-43 juga menjadi kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat komunikasi.