Masih Kecil, Cintanya Besar pada Wayang: Kisah Giandra Bhayanaka dari Subang

Giandra bersama wayang goleknya.
Sumber :
  • Yugo/Viva Purwasuka

Purwasuka – Di tengah gempuran gawai dan permainan digital yang akrab dengan anak-anak seusianya, Giandra Bhayanaka justru memilih menghabiskan waktunya bersama tokoh-tokoh pewayangan.

img_title Jawa Barat Raih Adibahasa 2026, 742 Pelajar Jadi Garda Pelestari Bahasa Daerah

Bocah berusia 8 tahun yang masih duduk di kelas 2 SDN Hegarmanah, Wera, Kelurahan Dangdeur, Kabupaten Subang itu kini dikenal sebagai dalang cilik yang mulai mencuri perhatian.

Di sebuah rumah sederhana di Kampung Cidadap, mimpi seorang dalang cilik terus tumbuh.

img_title Proses Seleksi Direksi Bank Subang Masih Menggantung di OJK

Berbekal puluhan wayang, dukungan orang tua, dan semangat belajar dari layar YouTube, Giandra Bhayanaka sedang menapaki jalannya untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup di generasi masa depan.

Putra pasangan Suhandi dan Teti Nurhayati yang tinggal di Kampung Cidadap RT 22 RW 05 tersebut telah menunjukkan ketertarikannya terhadap dunia wayang sejak masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK).

img_title Data Kesejahteraan Berubah, 12.648 Peserta PBI BPJS di Subang Terancam Dinonaktifkan Permanen

"Bakatnya timbul sejak duduk di bangku TK," ujar sang ayah, Suhandi saat ditemui, Senin (1/6/2026).

Kecintaan Giandra terhadap wayang tumbuh secara alami. Menariknya, hingga saat ini ia belum pernah mengikuti pendidikan formal atau kursus pedalangan.

Sebagian besar kemampuan yang dimilikinya dipelajari secara otodidak melalui tayangan video di YouTube. Meski demikian, semangat belajar Giandra tak pernah surut.

Ia kerap menyaksikan berbagai penampilan dalang terkenal untuk memperdalam pengetahuan dan teknik mendalang yang disukainya. Melihat minat sang anak yang begitu besar, kedua orang tuanya berusaha memberikan dukungan penuh.

Salah satunya dengan menyediakan berbagai perlengkapan wayang sebagai sarana belajar dan berlatih di rumah.

"Saya membeli berbagai macam wayang dan fasilitasnya agar anak saya lebih mengembangkan bakatnya," kata Suhandi.

Saat ini koleksi wayang milik Giandra sudah mencapai sekitar 45 tokoh. Meski begitu, koleksinya belum sepenuhnya lengkap.

Beberapa tokoh dewa maupun karakter dari pihak Kurawa masih belum dimilikinya. Bagi Giandra, wayang bukan sekadar permainan.

Setiap tokoh memiliki cerita dan karakter yang menarik untuk dipelajari. Tak heran jika bocah ini mampu menghafal sejumlah karakter dan mencoba memerankannya saat berlatih.

Sosok yang paling menginspirasinya adalah Kanha Ade Kosasih Sunarya. Giandra menjadikan dalang muda tersebut sebagai panutan dalam mengembangkan kemampuannya.

Halaman Selanjutnya
img_title