Teks Khutbah Jumat: Kesiapan Rohani Sambut Ramadhan
- info.metrokota.go.id
Demikian itu selaras dengan anjuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalm kitab al-Ghuniyah, agar umat Islam menyambut bulan Ramadhan dengan menyucikan diri dari dosa dan bertobat dari kesalahan-kesalahan yang telah lampau. Imbauan Syekh Abdul Qadir ini amat relevan. Sebab, jika hendak bertemu kawan saja seseorang merasa perlu untuk tampil bersih dan berdandan rapi, apalagi bila yang dijumpai ini adalah hari-hari yang penuh keistimewaan sebulan penuh.
Melakukan introspeksi diri, mengevaluasi perilaku-perilaku yang kurang pantas, lalu memohon ampun kepada Allah adalah satu tahapan rohani yang penting agar kita semua memasuki bulan suci dengan pribadi yang juga suci. Dengan demikian, Ramadhan kelak tidak saja diisi dengan banyaknya ibadah yang kita kerjakan, melainkan juga mematikan ibadah-ibadah yang kita kerjakan sangat berkualitas karena didasari dengan ketulusan penghambaan kita kepada Allah swt.
Persiapan rohani ini penting supaya amal kita selama bulan puasa berjalan lancar dan berkah. Lancar, karena kita secara mental sudah siap sedia, baik menunaikan segenap ibadah wajib dan sunnah maupun menghadang godaan-godaan yang bakal menghadang. Berkah, sebab puasa kita mengandung manfaat kebaikan, baik pada diri kita sendiri maupun orang lain. Jangan sampai kita termasuk orang-orang tekun berpuasa tapi mendapat kritik dari Rasulullah saw:
Artinya, “Banyak orang yang berpuasa, namun ia tak mendapatkan apa pun dari puasanya selain rasa lapar saja.” (HR Imam Ahmad)
Puasa Ramadhan sesungguhnya lebih dari sekadar melaksanakan kewajiban rukun Islam yang keempat. Karena di dalamnya terkandung hikmah penempaan diri dalam menguasai hawa nafsu. Puasa atau shiyâm secara bahasa bermakna imsâk yang berarti ‘menahan’. Melalui persiapan rohani yang matang, kita diharapkan bisa menahan gejolak nafsu yang mungkin menyenangkan tapi sebetulnya menjerumuskan.
Di era media sosial yang riuh ini, kita bisa menyaksikan bagaimana sikap berlebih-lebihan diumbar, kebencian dipertontonkan, hoaks disebar, serta hujatan dan caci-makian disasarkan kepada banyak orang. Semoga kita semua selamat dari akhlak tercela ini dan menapaki Ramadhan yang mulia dengan hati yang bersih, pikiran yang tenang, dan perilaku yang maslahat bagi semua orang.