9 Keutamaan Malam Nisfu Syaban, Apa Saja?

Keutamaan Malam Nisfu Syaban
Sumber :
  • ist

Purwasuka – Malam Nisfu Syaban merupakan malam istimewa yang memiliki sejumlah keutamaan. Lantas, apa saja keutamaan malam Nisfu Syaban?

img_title Mengenal Nisfu Syaban, Apa Itu?

Dikutip dari Jurnal Institut Agama Islam Negeri Jember yang berjudul Tradisi Nisfu Syaban di Pondok Pesantren Bintang Sembilan Dukuhdempok Jember, Nisfu Syaban bermakna pertengahan atau tengah-tengah bulan Syaban tahun Hijriah yang jatuh pada hari ke-15 bulan Syaban.

Terdapat sejumlah keutamaan pada malam Nisfu Syaban. Salah satunya adalah malam dikabulkannya setiap doa.

img_title Teks Khutbah Jumat: Mari Hidupkan Malam Nisfu Sya’ban

Keutamaan malam Nisfu Syaban telah dijelaskan dalam beberapa hadits. Berikut keutamaan malam Nisfu Syaban yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Malam yang diberkahi (Mubarakah) 

img_title Bareskrim Polri Grebek Gudang Pakaian Bekas Impor Korea di Purwadadi Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 M Disita

Pada malam pertengahan bulan Sya’ban, Allah memerintahkan para malaikat untuk turun pada langit dunia dan menebar kebaikan kepada manusia. Pada malam itu, jarak antara manusia dengan para malaikat sangat dekat. Kedekatan itu menjadi keberkahan tersendiri yang hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad.

Selain itu, menurutnya, pada malam pertengahan bulan Sya’ban, keberkahan itu juga dirasakan oleh bertambahnya air Zamzam. Sebab, pada malam itu air Zamzam akan bertambah dengan tambahan yang sangat nyata dan bisa disaksikan dengan mata kepala manusia.

2. Malam pembagian takdir (Qismah wa at-Takdir)

Pada malam ini para malaikat turun untuk membagi keberkahan dan kebaikan serta untuk menentukan takdir kepada semua manusia, mulai dari rezeki, jodoh, mulia, hina, pangkat, pernikahan dan yang lainnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Atha’ bin Yasar, Rasulullah saw bersabda

Artinya, “Apabila telah datang malam pertengahan bulan Sya’ban maka diserahkan kepada malaikat maut sebuah catatan. Maka dikatakan, cabutlah pada tahun ini, nama yang ada dalam catatan itu, karena sungguh seorang hamba akan menanam tanaman, akan menikahi wanita, membangun rumah, sedangkan namanya ada dalam catatan itu dan dia tidak tahu.”

Dalam riwayat yang lain juga disebutkan bahwa pada malam pertengahan bulan Sya’ban Allah menetapkan beberapa keputusan yang Dia kehendaki, kemudian menyerahkan kepada para pemiliknya pada malam Lailatul Qadar. 

Halaman Selanjutnya
img_title