Air Fryer vs. Deep Fry: Mana yang Lebih Sehat?
- Youtube SB30Healt
Purwasuka – Vivanians, banyak orang beralih ke air fryer karena dianggap sebagai solusi menggoreng tanpa minyak yang jauh lebih sehat.
Namun, ada satu zat kimia tersembunyi yang perlu Anda waspadai di balik kemudahan alat ini: Acrylamide.
Mengenal Bahaya Acrylamide
Acrylamide adalah senyawa kimia bersifat karsinogenik (berpotensi memicu kanker) dan neurotoksik (merusak saraf). Zat ini terbentuk secara alami melalui reaksi kimia (Maillard reaction) saat makanan dipanaskan pada suhu tinggi, terutama pada kombinasi gula dan asam amino tertentu.
- Pemicu Utama: Makanan tinggi karbohidrat atau pati seperti kentang, singkong, dan roti.
- Temuan Mengejutkan: Penelitian menunjukkan kentang segar yang dimasak dengan air fryer bisa menghasilkan hingga 1400 mikrogram acrylamide, jauh melampaui batas aman harian manusia (sekitar 2,6 – 16 mikrogram per kg berat badan untuk mencegah kanker).
- Risiko Double: Menggunakan air fryer untuk memanaskan makanan yang sudah digoreng sebelumnya (seperti french fries beku) akan melipatgandakan jumlah zat berbahaya ini.
Siasat Menggunakan Air Fryer secara Bijak
Meski memiliki risiko zat kimia, air fryer tetap lebih sehat daripada deep frying karena mengurangi stres oksidatif dari minyak yang dipanaskan. Agar manfaatnya maksimal, ikuti langkah berikut:
1. Kontrol Suhu dan Durasi
Masaklah di bawah suhu 160°C. Suhu yang terlalu tinggi adalah pemicu utama ledakan jumlah acrylamide.
Usahakan durasi memasak tidak lebih dari 20 menit.
2. Persiapan Bahan yang Tepat
- Rendam Dulu: Sebelum memasukkan kentang ke air fryer, rendamlah di dalam air terlebih dahulu untuk mengurangi potensi pembentukan zat kimia.
- Masak Setengah Matang: Untuk protein (ayam/daging), Anda bisa mengukusnya sebentar terlebih dahulu agar durasi di dalam air fryer lebih singkat.
3. Pilih Bahan Makanan Utuh
Gunakan bahan segar (real food), bukan makanan olahan beku yang sudah melalui proses penggorengan sebelumnya.**