Benarkah MSG Sebabkan Kanker? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Purwasuka – Monosodium glutamat atau MSG adalah penyedap rasa yang sangat populer, terutama dalam masakan Asia dan makanan olahan.
Namun sejak tahun 1960-an, MSG sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari sakit kepala, mual, hingga tuduhan bisa menyebabkan kanker.
Lalu, apakah benar MSG berbahaya dan memicu kanker? Dilansir Channel Youtube dr Fery TV, berikut penjelasannya.
Apa Itu MSG?
MSG adalah garam natrium dari asam glutamat, yaitu asam amino yang secara alami ada di tubuh manusia serta makanan seperti tomat, keju, dan jamur. MSG berfungsi untuk menambah rasa gurih atau umami pada makanan.
Klaim Bahaya MSG
Pada tahun 1960-an muncul istilah Chinese Restaurant Syndrome, di mana beberapa orang mengaku mengalami sakit kepala, lemas, dan mual setelah makan makanan dengan MSG. Sejak itu, reputasi MSG menjadi buruk dan bahkan dikaitkan dengan kanker.
Fakta Ilmiah tentang MSG
MSG aman dalam batas wajar
FDA (Amerika), WHO, dan EFSA (Eropa) menyatakan MSG aman dikonsumsi dalam jumlah normal.
Studi ilmiah juga tidak menemukan bukti kuat bahwa MSG menyebabkan kanker pada manusia.
Penelitian pada hewan dengan dosis tinggi
Beberapa studi pada tikus menunjukkan konsumsi MSG dalam dosis sangat tinggi bisa memicu stres oksidatif dan kerusakan sel saraf.
Namun dosis ini jauh melebihi konsumsi normal manusia sehingga tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Meta analisis & review ilmiah
Beberapa kajian besar menegaskan tidak ada hubungan epidemiologis antara MSG dan kanker.
Efek negatif MSG hanya muncul pada individu sensitif (misalnya sakit kepala setelah konsumsi).
Kesimpulan
MSG tidak terbukti menyebabkan kanker pada manusia.
Konsumsi normal (0,5–3 gram per hari) dianggap aman.
Jika tubuh sensitif terhadap MSG, sebaiknya kurangi atau hindari penggunaannya.
Faktor risiko kanker yang lebih nyata adalah pola makan tinggi garam, konsumsi daging olahan, alkohol, dan kebiasaan merokok, bukan MSG.