Cara Menjadi Pendengar yang Baik, Sederhana tapi Bisa Mempererat Pertemanan
- Purwasuka Viva/Ist
Purwasuka – Menjadi pendengar yang baik sering kali dianggap sebagai hal sederhana dalam sebuah pertemanan. Padahal, cara seseorang memberikan perhatian ketika temannya berbicara dapat berpengaruh terhadap kualitas hubungan dan kedekatan emosional.
Ketika seseorang merasa didengar tanpa diabaikan atau dipotong pembicaraannya, ia cenderung merasa lebih dihargai dan dipahami. Kondisi tersebut dapat menciptakan komunikasi yang lebih nyaman sekaligus memperkuat hubungan antarteman.
Psikolog berlisensi Mia Nosanow, MA, LP, melalui Psychology Today pada Rabu (7/10) waktu setempat, menjelaskan bahwa kemampuan mendengarkan secara aktif merupakan salah satu cara untuk membangun hubungan yang lebih dekat.
Menurutnya, perhatian yang diberikan selama percakapan tidak hanya berkaitan dengan kata-kata yang diucapkan. Sikap tubuh, fokus terhadap lawan bicara, hingga kesediaan memberikan ruang untuk menyelesaikan cerita juga menjadi bagian penting dalam proses mendengarkan.
Perhatikan Bahasa Tubuh Saat Teman Berbicara
Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menjadi pendengar yang lebih baik adalah memperhatikan bahasa tubuh.
Seseorang dapat menunjukkan perhatian dengan mengarahkan tubuh kepada orang yang sedang berbicara. Kontak mata yang wajar juga dapat membantu menunjukkan bahwa percakapan sedang diperhatikan.
Sebaliknya, sikap tubuh yang tertutup, seperti terus melihat ke arah lain atau menyilangkan tangan, dapat memberikan kesan bahwa seseorang kurang tertarik dengan pembicaraan.
“Bahasa tubuh kita menunjukkan kualitas dari cara kita mendengarkan,” tulis Nosanow.
Bahasa tubuh menjadi bagian penting dalam komunikasi karena perhatian tidak selalu disampaikan melalui ucapan. Gerakan sederhana ketika seseorang mendengarkan dapat memengaruhi bagaimana lawan bicara menilai respons yang diberikan.
Karena itu, ketika teman sedang menceritakan sesuatu yang dianggap penting, memberikan perhatian secara langsung dapat membuat percakapan terasa lebih hangat.
Jauhkan Ponsel Ketika Sedang Mengobrol
Selain bahasa tubuh, penggunaan telepon seluler juga perlu diperhatikan.
Kebiasaan memeriksa notifikasi, membuka media sosial, atau membalas pesan ketika seseorang sedang berbicara dapat membuat perhatian terbagi. Hal tersebut terutama perlu dihindari ketika percakapan membahas persoalan serius atau sesuatu yang bersifat pribadi.
Nosanow menyarankan agar ponsel dibuat dalam mode senyap dan disimpan ketika seseorang ingin benar-benar mendengarkan cerita orang lain.