Catat! Ini Efek Negatif Begadang, Bisa Picuh Kesehatan Jantung Hingga Resiko Stroke
Purwasuka – Begadang atau kurang tidur sudah menjadi kebiasaan banyak orang di era modern ini. Entah karena tuntutan pekerjaan, gaya hidup, atau penggunaan gawai yang berlebihan, tidur sering kali dikorbankan.
Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan begadang dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan, terutama pada jantung?
Dilansir Youtube dr Fery TV, berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa kurang tidur secara kronis dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, serangan jantung, dan stroke.
1. Peningkatan Tekanan Darah (Hipertensi)
Kurang tidur memicu aktivasi sistem saraf simpatik — bagian dari sistem tubuh yang mengatur respon “fight or flight”. Ketika sistem ini terlalu aktif, tekanan darah akan meningkat.
Berdasarkan penelitian yang berjudul Sleep Duration Predicts Cardiovascular Outcomes: A Systematic Review and Meta-Analysis of Prospective Studies yang diterbitkan dalam European Heart Journal (2011), orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam memiliki risiko 48% lebih tinggi terkena hipertensi dibandingkan mereka yang tidur 7–8 jam.
2. Risiko Penyakit Jantung Koroner
Tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga fungsi pembuluh darah. Kurang tidur dapat menyebabkan peradangan dan penumpukan plak (aterosklerosis) di pembuluh darah, yang menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner.
Penelitian dalam Journal of the American College of Cardiology (2019) berjudul Sleep Duration and Myocardial Infarction menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam memiliki risiko 20% lebih tinggi mengalami serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidur cukup.
3. Gangguan Irama Jantung (Aritmia)
Tidur membantu tubuh memulihkan keseimbangan detak jantung. Saat seseorang sering begadang, tubuh kekurangan waktu pemulihan, yang dapat memicu gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium.
Studi berjudul Sleep Deprivation and Atrial Fibrillation yang diterbitkan dalam Heart Rhythm Journal (2018) menemukan bahwa penderita insomnia memiliki risiko 29% lebih tinggi mengalami aritmia.
4. Risiko Stroke yang Lebih Tinggi
Kurang tidur bukan hanya berpengaruh pada jantung, tetapi juga pada aliran darah ke otak. Tidur yang tidak cukup dapat meningkatkan risiko stroke, terutama pada orang dengan tekanan darah tinggi.
Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam jurnal Neurology (2012) berjudul Short Sleep Duration and Stroke Risk, orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam memiliki risiko stroke 4 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur cukup.