Penyebab Keramik atau Granit di Dinding Sering Lepas dan Cara Mengatasinya
Purwasuka – Keramik atau granit sering dipasang di dinding rumah supaya terlihat lebih rapi dan indah. Namun, kadang ada masalah yaitu keramik atau granit di dinding bisa lepas atau rontok. Tentu saja hal ini bikin dinding jadi kurang bagus dan bisa berbahaya kalau jatuh.
Kenapa keramik atau granit bisa lepas? Ada beberapa faktor yang menyebabkannya. Mulai dari ukuran keramik yang salah, campuran semen yang kurang tepat, sampai kualitas bahan yang tidak bagus. Kalau kita tahu penyebabnya, tentu kita bisa mencegahnya.
Tenang saja, masalah ini bisa diatasi. Bahkan, sebagian solusinya bisa kamu lakukan sendiri di rumah tanpa harus selalu memanggil tukang.Â
Yuk, kita pelajari sama-sama apa saja penyebab keramik lepas dan cara mengatasinya.
Penyebab dan Solusi Keramik atau Granit Lepas
1. Ukuran Keramik atau Granit Tidak Tepat
Kalau memakai keramik berbentuk kotak besar seperti 40x40 cm atau 60x60 cm, beban keramik jadi lebih berat sehingga mudah lepas.
Solusinya, gunakan keramik berbentuk persegi panjang seperti ukuran 20x25 cm, 25x40 cm, atau 30x60 cm. Pasang dengan posisi tidur (landscape) supaya lebih kuat menempel di dinding.
2. Campuran Semen Tidak Benar
Pemasangan keramik di dinding berbeda dengan lantai. Kalau campuran semen terlalu banyak pasirnya, daya rekat jadi lemah. Solusinya, untuk dinding dalam ruangan (kamar, dapur, kamar mandi), gunakan campuran semen dan pasir 1:2.
Untuk dinding luar rumah yang terkena panas dan hujan, gunakan campuran 1:4. Campuran ini lebih awet meski kadar semennya sedikit.
3. Kualitas Semen dan Keramik Buruk
Bahan dengan kualitas rendah akan cepat rusak, retak, bahkan lepas. Solusinya, pilih produk semen berkualitas seperti Tiga Roda, Holcim, atau Gresik.Â
Untuk keramik, pilih merek yang terpercaya seperti Platinum, Roman, Milan, atau Kia. Dengan bahan bagus, hasil pemasangan lebih kuat dan tahan lama.
Nah, sekarang kita sudah tahu ya, kenapa keramik atau granit di dinding bisa sering lepas. Penyebabnya bisa dari ukuran yang salah, campuran semen yang kurang tepat, atau bahan yang kualitasnya jelek.Â