Penyebab Plafon Gypsum Bisa Ambruk di Rumah dan Cara Mengatasinya
Purwasuka – Pernah lihat plafon rumah yang tiba-tiba jatuh atau ambruk? Itu bisa sangat berbahaya kalau menimpa orang di bawahnya.Â
Biasanya, untuk memperbaiki plafon gybsum ambruk ini tidak sedikit yang memakai jasa tukang.
Nah, supaya kita lebih hati-hati, yuk kita pelajari apa saja penyebab plafon gypsum bisa ambruk!
1. Atap Bocor
Plafon gypsum tidak tahan air. Kalau atap rumah bocor dan air hujan masuk, plafon bisa basah lalu jatuh.
Solusi: periksa atap secara rutin agar tidak ada kebocoran.
2. Sekrup Pemasangan Kurang
Gypsum harus dipasang dengan sekrup yang cukup kuat. Minimal ada 5 sekrup untuk tiap papan. Kalau sekrup terlalu sedikit, plafon bisa longgar dan mudah jatuh.
Solusi: gunakan lebih banyak sekrup, misalnya 8 sekrup per papan, agar lebih kuat.
3. Rangka Terlalu Tipis
Plafon butuh rangka yang kokoh. Kalau rangka tipis atau kualitasnya jelek, tidak bisa menahan beban papan gypsum yang beratnya sekitar 15 kg per lembar.
Solusi: gunakan rangka yang sesuai standar agar plafon kuat menempel.
4. Jarak Rangka Terlalu Jauh
Rangka plafon harus dibuat dengan ukuran standar, minimal 120 cm x 60 cm. Kalau jaraknya lebih lebar, plafon bisa kendur dan jatuh.
Solusi: lebih baik gunakan jarak 60 cm x 60 cm supaya plafon lebih aman.
5. Tukang Tidak Profesional
Kalau dikerjakan oleh tukang yang tidak teliti, plafon bisa dipasang asal-asalan. Hasilnya, plafon tidak kuat dan bisa jatuh kapan saja.
Solusi: pilih tukang yang berpengalaman dan terpercaya.
Kesimpulan
Plafon gypsum bisa ambruk karena atap bocor, pemasangan sekrup yang kurang, rangka tipis, jarak rangka tidak sesuai, atau tukang yang tidak profesional.
Kalau ingin plafon awet, pastikan semua dipasang dengan benar dan gunakan bahan berkualitas. Rumah pun jadi aman dan nyaman.