Tips Murah dan Praktis Basmi Hama Tikus di Sawah, Sat-set Beras Aman!
- canva
Purwasuka – Vivanians, membasmi hama tikus nyatanya bisa Anda lakukan dengan mudah.Â
Hama tikus merupakan salah satu penyakit yang menyebalkan di sawah kita, terutama buat Anda yang menanam padi.Â
Namun, kini Anda tidak perlu khawatir, sebab hama tikus di sawah bisa diselesaikan dengan mudah tanpa perlu ribet.Â
Yuk basmi hama tikus sekarang juga dan pastikan sawah dan kebun Anda terbebas dari gangguan tikus-tikus meresahkan.Â
1. Umpan Kepiting/Keong Sawah dengan Racun Temik (atau Racun Lainnya)
Cara ini relatif mudah dan sangat ampuh. Racun temik dikenal efektif membasmi hama perusak padi besar seperti tikus sawah dan babi hutan, bahkan tikus di lingkungan perkantoran.
Jika tidak ada kepiting, keong sawah juga bisa digunakan sebagai umpan, namun kepiting lebih direkomendasikan karena tikus sawah sangat menyukai kepiting.
Cara Penggunaan:
Cari kepiting sebanyak mungkin, semakin banyak semakin baik.
Matikan kepiting.
Teteskan atau campurkan racun temik (atau racun tikus bubuk lainnya) secukupnya pada kepiting.
Sebarkan umpan di sawah.
Untuk menarik tikus, kepiting bisa disangrai sebentar dan diberi sedikit penyedap rasa (contoh: Masako atau Royco) sebelum diberi racun.
Penting: Gunakan racun yang tidak beraroma menyengat karena penciuman tikus sangat tajam.Â
2. Pagar Kawat Listrik
Meskipun terlihat efektif, pagar plastik atau jaring tidak direkomendasikan karena membutuhkan modal besar dan hanya menghalau, bukan membasmi. Tikus yang cerdik dapat membuat lubang dan lolos masuk, apalagi jika mencium bau makanan.
Sebagai alternatif, kawat listrik bisa menjadi pilihan yang lebih efektif untuk membasmi tikus.
Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli kelistrikan untuk memastikan pemasangan aman dan tidak membahayakan keselamatan.
3. Racun Rodentisida Sistemik (Permen Biru)
Beberapa petani mungkin mengeluhkan bahwa tikus yang memakan racun jenis ini matinya tidak terlihat. Namun, perlu diketahui bahwa racun ini memiliki sifat sistemik.
Artinya, jika tikus betina memakan racun ini dan kemudian menyusui anak-anaknya, racun tersebut akan menular ke anak-anaknya, yang berpotensi menyebabkan kematian massal pada satu sarang.
Kelebihan inilah yang menjadikan racun sistemik efektif dalam mengendalikan populasi tikus.