Cara Menanam Kecipir di Pekarangan Rumah dengan Mudah
- Youtube
Purwasuka - Kecipir adalah tanaman perdu (semak) yang tumbuh dengan cara merambat atau membelit.
Karena itu, kecipir butuh penyangga atau tempat untuk merambat. Buah kecipir berbentuk segiempat, panjangnya bisa mencapai 15 hingga 40 cm.Â
Ada dua jenis kecipir yang umum dikenal: kecipir berbunga ungu dan kecipir berbunga putih. Keduanya sama-sama enak, hanya berbeda sedikit di ukuran buahnya.
Kecipir, Sayuran Sehat yang Mudah Ditanam
Kecipir sering diolah menjadi berbagai macam masakan.
Menariknya, kecipir bisa ditanam di dataran rendah maupun tinggi, dan tidak memerlukan perawatan khusus. Cocok sekali ditanam di pekarangan rumah!
Tanaman ini akan tumbuh baik di tanah dengan pH 5,5 - 6,5 dan iklim yang kering. Karena itu, biasanya kecipir ditanam saat memasuki musim kemarau.
Cara Menanam Kecipir
1. Siapkan lahan dan benih
Gunakan biji kecipir yang sudah tua. Olah tanah supaya gembur dan campurkan dengan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos). Ini penting, apalagi jika tanahnya kurang subur.
2. Tanam biji
Buat lubang tanam dengan jarak 20-30 cm. Masukkan 1-2 biji per lubang, lalu tutup tipis dengan tanah.
3. Pasang ajir (penyangga)
Setelah 2 minggu dan tanaman setinggi 10 cm, pasang ajir (batang bambu atau kayu) setinggi 1,5-2 meter sebagai tempat merambatnya kecipir. Kalau ditanam di rumah, kecipir bisa dirambatkan ke pagar, pohon, atau tembok.
4 Panen Kecipir
Kecipir bisa dipanen pertama kali saat berumur 3,5 bulan. Hasilnya bisa lebih dari 2,5 ton buah muda per hektar jika perawatan baik.
Tips: Petik buah kecipir saat masih muda supaya rasanya enak dan tidak berserat. Kalau terlambat, bagian rusuknya berserat dan kualitasnya menurun.
Menanam Kecipir di Pekarangan dengan Barang Bekas
Menanam kecipir tidak harus di lahan luas. Anda bisa gunakan:
- Toples bekas – arahkan rambatannya ke tembok atau kandang burung.
- Ban bekas – isi dengan tanah, daun kering, lumut kering, atau tanah dari sekitar pekarangan. Di bagian dasar ban bisa dipasang plastik berlubang supaya air tidak menggenang.
Untuk pupuk, cukup gunakan pupuk organik dari sisa sampah dapur seperti kulit buah, sayur, dan daun. Bisa dibuat kompos atau pupuk cair organik hasil fermentasi.