4 Sistem Hidroponik Paling Populer dan Cara Kerjanya, Pilih yang Mana?

Sistem hidroponik
Sumber :
  • Pinterest

Purwasuka – Kamu pasti sudah sering dengar tentang hidroponik, kan?

img_title Subang Siapkan Lahan Pengganti 17,23 Hektare untuk Percepatan Pengeboran Sumur Migas

Hidroponik adalah cara menanam tanaman tanpa tanah, di mana akar tanaman mendapatkan nutrisi langsung dari air yang telah dicampur larutan khusus.

Sistem hidroponik ini cocok banget buat kamu yang ingin bercocok tanam di rumah tapi punya lahan terbatas.

img_title 4 Sayuran yang Bisa Jadi Pilihan Penderita Asam Lambung, Begini Cara Mengolahnya

Nah, dalam dunia hidroponik, ada beberapa sistem yang digunakan. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. 

Yuk, kenali 4 sistem hidroponik paling banyak digunakan berikut ini!

img_title Dua Kasus Lahan Viral Usai Unggahan dan Sorotan Gubernur Dedi Mulyadi, APH dan Pejabat Subang Turun Tangan

1. Sistem Wick (Sumbu)

Apa itu?

Sistem Wick adalah sistem hidroponik paling sederhana, cocok untuk pemula. Cara kerjanya adalah air nutrisi diserap ke akar tanaman melalui sumbu (biasanya dari kain flanel).

Bahan yang Bisa Digunakan:

- Botol bekas

- Sterofoam

- Kain flanel

- Media tanam: rockwool, sekam bakar, atau cocopeat

Cocok Untuk Menanam:

- Selada

- Kangkung

- Sawi

- Pakcoy

Kelebihan:

- Biaya murah (bisa pakai barang bekas)

- Tidak butuh listrik (tanpa pompa)

- Hemat tempat (bisa diletakkan di sudut rumah)

- Suplai air stabil (karena sumbu terus menyerap air)

Kekurangan:

- Pemeliharaan lebih repot, karena harus isi ulang nutrisi di tiap wadah

- Risiko busuk akar jika air terlalu jenuh dan tidak diganti secara rutin

2. Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

Apa itu?

Sistem NFT menggunakan pipa paralon di mana air nutrisi mengalir tipis di dasar pipa, sehingga akar tanaman tetap mendapatkan air, nutrisi, dan oksigen.

Komponen yang Dibutuhkan:

- Pipa PVC

- Pompa air

- Netpot

- Tandon nutrisi

Cocok Untuk Menanam:

- Sawi

- Kailan

- Kubis

Kelebihan:

- Pertumbuhan optimal karena akar terus mendapat nutrisi dan oksigen

- Efisien dalam penggunaan pupuk

- Mudah dikontrol, cukup cek dari tandon

Kekurangan:

- Tergantung listrik (jika mati, air berhenti mengalir)

- Biaya awal mahal (karena perlu pipa dan pompa)

- Penyakit cepat menyebar antar tanaman

3. Sistem DFT (Deep Flow Technique)

Apa itu?

Mirip NFT, tetapi di sistem DFT air nutrisi menggenang sedikit di dalam pipa, jadi akar tetap bisa menyerap meski aliran berhenti sesaat.

Cara Kerja:

- Air nutrisi mengalir terus, tapi disisakan sedikit menggenang di dalam pipa.

Halaman Selanjutnya
img_title