Cara Menanam Sawi Secara Vertikal: Hemat Tempat, Hasil Berlimpah!
Purwasuka – Cara menanam sawi secara vertikal ternyata sangat mudah dan bisa menghemat tempar hasil bisa melimpah.
Teknik menanam sawi vertikal ini sangat cocok buat yang punya lahan terbatas, seperti di halaman sempit atau balkon rumah.Â
Meski minim tempat, hasil menanam sawi bertikal ini bisa berlimpah lho! Yuk, kita mulai langkah-langkahnya.Â
Langkah 1: Penyemaian Sawi
Bahan:
- Gelas plastik bekas (yang bawahnya sudah dilubangi)
- Benih sawi
- Tanah secukupnya
Cara:
- Isi gelas plastik bekas dengan tanah.
- Tanam 5–10 biji benih sawi di setiap gelas.
-Tutupi benih dengan sedikit tanah.
- Siram satu kali sehari agar tanah tetap lembap.
- Setelah 1 minggu, lakukan penjarangan: pilih hanya 1 tanaman yang paling sehat di tiap gelas, buang yang lainnya.
Langkah 2: Siapkan Wadah Tanam Vertikal
Bahan:
- Ember atau bekas cat ukuran 20 liter
- Tanah + kompos (perbandingan 2:1)
- Cutter atau gergaji untuk melubangi ember
Cara:
- Buat 4 lubang tanam di ember bekas, masing-masing dua berhadapan.
- Ukuran lubang disesuaikan dengan ukuran gelas semai tadi.
- Isi ember dengan campuran tanah dan kompos (2 bagian tanah : 1 bagian kompos).
Langkah 3: Pindahkan Tanaman ke Ember
- Setelah benih tumbuh selama 2 minggu, dan tanaman mulai kuat, pindahkan ke dalam lubang-lubang pada ember.
- Tanam dengan hati-hati agar akar tidak rusak.
- Siram satu kali sehari.
Perkembangan Tanaman
- 1 minggu setelah dipindah: Pertumbuhan mulai cepat.
- 2 minggu setelah dipindah: Daun semakin besar dan segar.
- 3 minggu kemudian: Tanaman sudah siap dipanen. Bahkan, daunnya bisa lebih besar dari telapak tangan!
Metode tanam sawi vertikal ini:
- Hemat tempat
- Hemat biaya (pakai barang bekas)
- Mudah dilakukan di rumah
- Hasilnya melimpah dan bisa untuk konsumsi sendiri atau dijual!
Selamat mencoba ya, teman-teman! Tanam di rumah, panen sendiri, dan rasakan sensasinya!