Di Purwakarta Ada Objek Wisata Birdwatching, Ini Lokasinya

Birdwatching di Sukasari Purwakarta
Sumber :

Purwasuka – Potensi alam yang dimiliki Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta untuk kegiatan pariwisata bisa dikatakan sangat potenisal. 

img_title Hari Santri 2026, Abang Ijo Dorong Santri Purwakarta Kreatif dan Melek Digital

Pasalnya, Kecamatan yang terletak di ujung barat Kabupaten Purwakarta itu memiliki tipografi yang cukup menunjang, untuk dijadikan destinasi wisata alam.

Tak heran, di Kecamatan Sukasari banyak tempat wisata yang menyajikan pemandangan alam yang memesona. 

img_title Salah Sasaran! Pemuda Karawang Disabet Celurit di Purwakarta, 2 Orang Jadi Tersangka

Di Kecamatan Sukasari kini memiliki satu destinasi wisata baru. Yakni wisata minat khusus birdwatching atau mengamati burung atau mengamati burung. Birdwatching merupakan salah satu jenis rekreasi dengan bentuk kegiatan di alam bebas yang sangat mengasyikkan.

Bertempat di Kampung Cisaat, Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, para wisatawan dapat mengamati sarang burung elang jambul (Accipiter trivirgatus) atau elang alap jambul dan beberapa jenis burung lain.

img_title Mufakat untuk Musyawarah: Golkar Purwakarta Jangan Cuma Ganti Urutan Kata

Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (FK Pokdarwis) Kabupaten Purwakarta, Mokhamad Aripin mengatakan, pengembangan wisata minat khusus ini menjadi bagian dari upaya edukasi keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna di kawasan Kecamatan Sukasari.

"Jika dulu masyarakat di lereng Sanggabuana ada yang memburu burung, terutama anak-anak burung langka untuk dijual. Nah sekarang mereka memburu untuk tujuan lain. Sarang burung yang berisi anak burung di sekitaran Sanggabuana sekarang dicari untuk dijadikan obyek wisata minat khusus," ucap Pria yang akrab disapa Kang Ipin itu, Pada Senin, 26 Februari 2024.

Menurutnya peralihan masyarakat dalam berburu burung, dari yang sebelumnya berburu untuk dijual menjadi berburu untuk dimanfaatkan sebagai obyek wisata minat khusus ini merupakan peralihan yang positif.

"Jadi satwanya terjaga dan populasi bertambah, dilain pihak masyarakat mendapat manfaat ekonomi yang lebih besar daripada memburu satwa untuk dijual.” ucapnya.

Kang Ipin menambahkan bahwa apa yang dilakukan oleh masyarakat Sukasari ini merupakan bagian dari upaya konservasi di Sanggabuana. 

“Sesuai dengan prinsip pengelolaan hutan yang baik, ekologi, sosial, dan ekonomi, bukan dibalik dengan menempatkan ekonomi di atas, tetapi lebih mengutamakan ekologinya, maka manfaat ekonomi akan mengikuti. Ini akan menjadi contoh untuk masyarakat yang lain, kalau menjaga alam maka alam akan bisa memberikan kehidupan kepada kita.” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title