Bulog Subang Minta Warga Waspada Beras SPHP Oplosan, Ajak Warga Aktif Melapor
- Purwasuka Viva/Yugo
Purwasuka – Menyusul maraknya kasus penyalahgunaan beras subsidi di tingkat nasional, Perum Bulog Pimpinan Cabang Subang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta aktif mengawasi peredaran pangan serta melaporkan segala bentuk kecurangan, termasuk dugaan praktik pengoplosan beras subsidi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Imbauan ini mengemuka menyusul atensi serius pemerintah dan Perum Bulog pasca-terbongkarnya kasus pengoplosan beras SPHP di Jakarta Timur. Kasus tersebut sebelumnya berujung pada sanksi tegas pencopotan delapan pejabat Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) akibat kelalaian pengawasan.
Pimpinan Cabang Bulog Subang, Laswenri, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi oknum nakal yang mempermainkan distribusi pangan bersubsidi demi keuntungan pribadi.
Modus utama yang kerap digunakan oknum tidak bertanggung jawab adalah membeli beras SPHP berharga murah, membongkar kemasannya, lalu mengemas ulang ke dalam karung beras premium untuk dijual dengan harga tinggi kepada masyarakat.
"Jika masyarakat menemukan atau mengetahui beras subsidi yang dioplos, laporkan!" tegas Laswenri saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).
Ia memastikan, laporan terkait beras subsidi yang dioplos, dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), maupun temuan beras bantuan berkualitas tidak layak akan langsung ditindaklanjuti bersama Satgas Pangan dan diganti.
Sebagai langkah antisipasi di tingkat konsumen, Bulog Subang membagikan sejumlah panduan penting bagi masyarakat dalam membeli dan mengonsumsi beras subsidi:
- Beli di Mitra Resmi: Masyarakat diimbau untuk membeli beras SPHP langsung melalui saluran resmi, seperti jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), ritel modern, atau pedagang di pasar tradisional yang berpatokan pada papan informasi HET resmi.
- Cermati Keaslian Kemasan: Konsumen diminta teliti memeriksa kondisi fisik karung kemasan. Waspadai kemasan yang tampak rusak, mencurigakan, atau adanya indikasi penggunaan kembali karung bekas SPHP yang diisi beras berkualitas rendah.
Selain mengawasi peredaran beras SPHP, Bulog Subang juga memberikan keterangan terkait jadwal penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) tahap akhir tahun ini.
Laswenri menyampaikan bahwa untuk alokasi periode Oktober, November, dan Desember 2026, pihaknya saat ini masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat.