Bulog Subang Pastikan Stok Beras Aman, 70 Ribu Ton Tersimpan di Gudang

Pimpucabang Bulog Subang.
Sumber :
  • Yugo/Viva Purwasuka

Purwasuka – Perum Bulog Cabang Subang-Purwakarta memastikan ketersediaan beras di wilayah kerjanya dalam kondisi aman. Saat ini, sebanyak 70 ribu ton beras tersimpan di gudang Bulog sebagai cadangan pangan pemerintah.

img_title Bantuan Pangan Sudah 100 Persen, Stok Beras di Bulog Subang Aman

Pimpinan Cabang Bulog Subang-Purwakarta, Laswenri, mengatakan stok beras yang tersedia saat ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga warga tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan.

"Saat ini ada 70 ribu ton beras yang tersimpan di gudang Bulog Subang-Purwakarta," ujar Laswenri, Jumat (5/6/2026).

img_title Cerita Jaksa Pradipta: Awalnya Temani Istri Tes, Kini Jadi Kasi Datun Kejari Subang

Meski stok beras melimpah, Bulog tetap menggencarkan penyerapan gabah dan beras dari petani sesuai arahan pemerintah pusat.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan hasil panen petani terserap dengan baik.

img_title Kejari Subang Usut Dua Kasus Baru, Salah Satunya Perkara Gratifikasi!

"Penyerapan terus dilakukan sesuai instruksi dari pusat," katanya.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Cabang Bulog Subang-Purwakarta, Budiarti, memastikan program bantuan pangan (Banpang) masih terus berjalan sepanjang tahun 2026.

Menurutnya, penyaluran bantuan pangan tidak berhenti setelah periode Februari-Maret, melainkan akan terus dilanjutkan sesuai kebijakan pemerintah.

"Periode itu memang sudah selesai. Namun informasi dari pusat, program bantuan pangan akan terus berlanjut," ujar Budiarti.

Di tingkat nasional, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pihaknya telah menyiapkan kapasitas gudang hingga 7 juta ton guna mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras petani sepanjang tahun 2026.

Menurut Rizal, langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi terhadap meningkatnya produksi saat musim panen agar hasil panen petani tetap terserap secara maksimal.

"Kalau kita antisipasi saja. Petani panen tidak bisa kita hentikan. Petani yang sudah tanam mau tidak mau pasti harus kita serap," kata Rizal.

Ia menegaskan Bulog berkomitmen menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani dengan memastikan hasil panen memiliki pasar yang jelas dan terserap secara optimal.

Rizal menambahkan, pada 2025 Bulog awalnya ditargetkan menyerap 3 juta ton beras. Namun realisasinya berhasil melampaui target seiring meningkatnya produksi petani selama musim panen.

Dengan stok yang melimpah serta penyerapan gabah dan beras yang terus berjalan, Bulog optimistis ketahanan pangan nasional maupun daerah akan tetap terjaga sepanjang tahun 2026.