Pospera Purwakarta Soroti Program MBG: Menu Sehat Hanya Muncul Saat Monev?
Purwasuka – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purwakarta kembali jadi perhatian. Ketua Pospera Purwakarta, Sutisna Sonjaya, mengingatkan agar program ini tidak sekadar dijalankan sebagai formalitas, melainkan benar-benar memberi manfaat dengan menu yang sesuai standar gizi.
Sutisna menegaskan, tujuan utama MBG adalah mendukung tumbuh kembang anak bangsa, mulai dari pelajar, balita, hingga ibu hamil dan menyusui. Karena itu, menu yang disajikan harus jelas komposisinya, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan nutrisi penerima.
“Program ini sangat baik, tetapi apakah menunya sudah sesuai standar gizi? Jangan hanya formalitas, sementara kebutuhan nutrisi anak bangsa tidak terpenuhi,” ujar pria yang akrab disapa Tisna, Kamis (11/9).
Pemerintah sendiri telah menerbitkan Pedoman MBG 2025, yang mengatur menu berbeda untuk tiap kelompok sasaran. Standar tersebut mencakup pemenuhan 20–35 persen kebutuhan energi harian dengan komposisi karbohidrat, protein, sayuran, buah lokal, dan lemak sehat.
Namun, Tisna menilai pengawasan masih lemah. Ia menyebut menu MBG sering sesuai standar hanya saat ada monitoring dan evaluasi (monev), sedangkan di hari biasa jauh dari pedoman.
“Menu akan sesuai standar biasanya hanya ketika ada monev. Setelah itu sering kembali seadanya. Nah, hal seperti ini yang harus kita kawal,” tegasnya.
Ia juga menyoroti potensi masuknya makanan kemasan ke dalam menu MBG. Menurutnya, hal itu perlu dikaji dengan hati-hati agar kualitas gizi tetap terjaga.
“Kalau bicara makanan kemasan, harus dipastikan kandungan gizinya. Jangan sampai demi praktis justru menurunkan kualitas MBG. Sebaiknya tetap diolah segar, bukan instan,” jelasnya.
Tisna memastikan Pospera Purwakarta akan terus mengawal program ini agar benar-benar bermanfaat.
“Jangan sampai program mulia ini menjadi sia-sia,” pungkasnya.