Pernah Dengar Mainan Yoyo Batik, Ternyata Karya Anak Subang

Oke Rosgana penggagas yoyo batik asal Subang
Sumber :
  • Youtube

Purwasuka – Siapa sangka, dari sebuah kota kecil seperti Subang, lahir karya yang kini dikenal hingga mancanegara. 

img_title Viral Video Guru Diduga Rekam Siswi di Pagaden, Polisi Mulai Periksa Korban

Di balik cerita ini, ada sosok kreatif bernama Oke Rosgana, seorang ASN sekaligus desainer Yoyo yang berhasil membawa budaya Indonesia ke panggung dunia. 

Lewat sentuhan tangan seninya, yoyo yang biasanya dianggap sekadar mainan berubah menjadi media promosi budaya yang berkelas.

img_title Sambangi Muslimat NU Subang, Ketua Bhayangkari Polsek Pusakanagara Dipuji bak Ustadzah

Kisah ini bermula pada tahun 2007, ketika Oke mulai menciptakan desain unik bertema batik. Saat itu, batik bahkan belum sepopuler sekarang, apalagi sebelum Malaysia sempat mengklaim batik sebagai budaya mereka.

Namun, langkah Oke justru menjadi bukti nyata bahwa karya seni lokal bisa diangkat ke level internasional.

img_title Bulog Subang Tegaskan Bantuan Pangan Pemerintah Tidak Dijualbelikan!

Hari ini, desain yoyo batik karyanya telah digunakan oleh berbagai produsen dunia. Mulai dari Amerika, China, Swiss, hingga Australia. Bahkan, beberapa edisi terbatas hasil desainnya kini bernilai ratusan dolar di pasaran kolektor. Dari sebuah kota di Jawa Barat, karyanya membuktikan bahwa kreativitas tak mengenal batas wilayah.

Perjalanan Inspiratif Oke Rosgana

Awalnya, Oke hanya ingin menuangkan ide seni rupa yang ia pelajari di kampus ITB ke dalam bentuk desain. 

“Saya bikin yoyo batik tahun 2007, sebelum Malaysia mengklaim batik. Tujuannya sederhana: lewat yoyo, saya ingin orang tahu kalau batik itu dari Indonesia,” ujarnya.

Desain tersebut ternyata menarik perhatian produsen yoyo internasional. Salah satunya di China, yang langsung meminta gambarnya untuk dijadikan edisi khusus.

Seiring waktu, karya Oke semakin dikenal. Beberapa desain edisi terbatas seperti Rozor yang diproduksi di Australia bahkan dijadikan hadiah untuk ajang kejuaraan dunia di Amerika pada 2010. 

Kini, harga yoyo batik yang dulu hanya dijual belasan dolar sudah mencapai 300 dolar per buah di kalangan kolektor.

"Saya sebenarnya bukan jago jualan, biasanya saya hanya jual putus. Tapi dari situ justru produsen yang kaya raya,” candanya.

Lebih dari sekadar karya seni, yoyo juga menjadi sarana Oke memperkenalkan Indonesia ke berbagai belahan dunia. Ia pernah diundang ke Afrika untuk mempromosikan produk susu lewat yoyo, tampil di kontes Asia Pasifik dengan mengenakan kostum jaipongan, hingga dijuluki sebagai “Bapak Yoyo Indonesia”.

Halaman Selanjutnya
img_title