Sakit Dada Tapi Bukan Jantung? Dokter Ungkap Penyebab Tak Terduga!
- Youtube Kata Dokter
Purwasuka – Nyeri di dada sering kali membuat banyak orang langsung panik karena mengira itu gejala serangan jantung.
Padahal, tidak semua rasa sakit di dada berhubungan dengan jantung.
Salah satu penyebab yang sering tak disadari adalah penyakit asam lambung yang dikenal dengan istilah GERD.
Profesor Dokter Ari Fahrial Syam, Spesialis Gastroenterohepatologi di kanal Youtube Kata Dokter, menjelaskan bahwa GERD adalah kondisi ketika cairan asam dari lambung naik ke kerongkongan.
Kondisi ini bisa menimbulkan rasa panas di dada, mulut pahit, hingga sesak napas ringan.
1. Hindari pemicu asam lambung berlebih
  Beberapa makanan dan minuman bisa meningkatkan produksi asam lambung.
  Contohnya kopi, cokelat, keju, dan makanan berlemak tinggi.
  Mengurangi konsumsi makanan tersebut dapat membantu mencegah gejala kambuh.
2. Atur pola makan dan posisi tidur
  Hindari kebiasaan langsung berbaring setelah makan.
  Tubuh membutuhkan waktu minimal dua hingga tiga jam untuk mencerna makanan dengan baik.
  Tidur terlalu cepat setelah makan bisa membuat asam lambung naik kembali ke kerongkongan
  Kelebihan berat badan dapat menekan lambung sehingga meningkatkan risiko refluks asam.
  Menurunkan berat badan secara bertahap dapat membantu menurunkan tekanan pada perut.
4. Kelola stres dengan baik
  Stres dan kecemasan berlebihan bisa memicu peningkatan produksi asam lambung.
  Menjaga ketenangan pikiran, berzikir, meditasi, atau olahraga ringan bisa membantu menstabilkan kondisi tubuh.
5. Hindari rokok dan alkohol
  Kedua kebiasaan ini dapat melemahkan klep antara kerongkongan dan lambung.
  Ketika klep melemah, cairan asam lebih mudah naik dan menyebabkan rasa terbakar di dada.
6. Gunakan obat sesuai anjuran dokter
  Beberapa obat seperti antasida dan sukralfat hanya meredakan gejala sementara.
  Untuk pengobatan jangka panjang, dokter biasanya meresepkan obat penekan asam lambung seperti omeprazole atau lansoprazole.
  Namun, pengobatan ini harus dijalankan minimal enam hingga delapan minggu agar hasilnya optimal.
7. Hindari kebiasaan mengunyah permen karet berlebihan
  Meskipun terlihat sepele, mengunyah permen karet bisa meningkatkan udara yang masuk ke lambung.
  Hal ini dapat menyebabkan perut terasa penuh dan mudah kembung.