Waspada GERD, Ketika Asam Lambung Bisa Sebabkan Komplikasi Serius
Purwasuka – GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi kronis ketika asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus).
Kondisi ini menyebabkan gejala seperti Heartburn (rasa panas di dada). Regurgitasi (asam naik ke tenggorokan atau mulut). Nyeri dada yang kadang mirip dengan serangan jantung
Dilansir Youtube dr Fery TV, secara umum, GERD tidak mengancam jiwa. Namun, jika tidak dikendalikan dengan baik, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi serius yang dapat membahayakan nyawa.
Komplikasi Berbahaya Akibat GERD yang Tidak Terobati
1. Esofagitis dan Perdarahan
Asam lambung yang terus-menerus naik dapat menyebabkan peradangan pada dinding kerongkongan (esofagitis).
Jika berlangsung lama, bisa menimbulkan luka dan perdarahan.
Pada kasus berat, perdarahan bisa cukup parah dan berpotensi mengancam jiwa jika tidak segera diobati.
2. Striktur Esofagus (Penyempitan Kerongkongan)
Luka akibat iritasi asam lambung dapat menimbulkan jaringan parut yang mempersempit kerongkongan.
Akibatnya, penderita sulit menelan dan berisiko tersedak atau aspirasi, yaitu masuknya makanan ke paru-paru yang bisa menyebabkan pneumonia.
Kondisi ini terjadi ketika sel-sel di dinding esofagus berubah menjadi mirip dengan sel usus (metaplasia).
Perubahan ini dapat berkembang menjadi adenokarsinoma esofagus, yaitu kanker ganas yang berbahaya dan sulit disembuhkan jika sudah stadium lanjut.
4. Aspirasi Pneumonia
Jika asam lambung atau makanan masuk ke paru-paru, dapat terjadi infeksi berat yang disebut aspirasi pneumonia.
Kondisi ini berisiko tinggi pada lansia atau orang dengan daya tahan tubuh lemah, dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
5. Komplikasi Jantung
Gejala GERD seperti nyeri dada bisa menyerupai serangan jantung.
Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara GERD berat dan aritmia jantung (gangguan irama jantung) akibat iritasi saraf vagus yang berhubungan dengan jantung.
Fakta Ilmiah Tentang Risiko GERD
1. Penelitian tahun 2013 di jurnal Gut menemukan bahwa penderita GERD memiliki risiko 2–3 kali lebih tinggi terkena kanker esofagus (adenokarsinoma) dibandingkan orang sehat.
Kanker ini memiliki tingkat kelangsungan hidup 5 tahun hanya sekitar 20% jika sudah stadium lanjut.
2. Studi tahun 2017 dalam Chest Journal menunjukkan bahwa penderita GERD, terutama dengan refluks malam hari, memiliki risiko lebih tinggi mengalami aspirasi pneumonia yang dapat berakibat fatal pada orang tua.