Tanda-Tanda Ginjal Tidak Sehat yang Sering Diabaikan

Ilustrasi batu ginjal
Sumber :
  • Pinterest

Purwasuka - Ginjal adalah organ vital yang berfungsi menyaring darah, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta membuang limbah metabolisme melalui urin. 

img_title 5 Efek Makan Durian Terlalu Banyak yang Perlu Diwaspadai, dari Gula Darah hingga Ginjal

Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, tubuh akan menunjukkan berbagai gejala. Sayangnya, banyak tanda ini sering dianggap sepele. Padahal, deteksi dini sangat penting agar kerusakan ginjal tidak semakin parah.

Dilansir Youtube dr Fery TV, berikut beberapa tanda ginjal tidak sehat yang perlu Anda waspadai beserta penjelasannya.

img_title Ternyata Bukan Puasanya! Kebiasaan Saat Puasa yang Diam-Diam Merusak Ginjal

1. Perubahan Frekuensi dan Warna Urin

Urin berbusa → tanda adanya protein dalam urin (proteinuria).

img_title Otak Anti Lemot! Trik Rahasia Kenali Gejala Biar Pikiran Gak Rawan Pikun Mendadak

Urin berwarna gelap atau kemerahan → indikasi darah dalam urin (hematuria).

Buang air kecil lebih sering di malam hari (nokturia).

Volume urin sangat sedikit (oliguria).

Penyebab: gangguan filtrasi ginjal, infeksi, atau batu ginjal.

2. Pembengkakan (Edema)

Bengkak di kaki, tangan, atau wajah dan bengkak di sekitar mata (edema periorbital).

Penyebab: ginjal tidak mampu mengeluarkan kelebihan cairan, sehingga terjadi penumpukan cairan dan protein bocor ke urin (sindrom nefrotik).

3. Kelelahan dan Sulit Konsentrasi

Badan terasa lemas dan tidak bertenaga. Sulit fokus dan cepat mengantuk dan kadang disertai sesak napas.

Penyebab: anemia akibat kurangnya hormon eritropoietin, penumpukan racun (uremia), dan cairan yang menumpuk di paru-paru (edema paru).

4. Mual, Muntah, dan Hilang Nafsu Makan

Disebabkan oleh akumulasi urea dalam darah yang mengganggu sistem pencernaan.

5. Kulit Kering dan Gatal

Terjadi akibat penumpukan fosfor dan toksin uremik yang tidak dibuang dengan baik oleh ginjal.

6. Kram Otot dan Kesemutan

Disebabkan ketidakseimbangan elektrolit seperti kalium, kalsium, dan fosfor.

7. Tekanan Darah Tinggi Sulit Dikendalikan

Hipertensi bisa menjadi penyebab maupun akibat kerusakan ginjal (hipertensi nefrovaskular).

Cara Deteksi dan Penanganan

Pemeriksaan laboratorium: tes urin (proteinuria, hematuria), tes darah (kreatinin, eGFR), dan pemeriksaan elektrolit.

- Perubahan gaya hidup:

- Diet rendah garam, protein, dan fosfor.

- Minum air secukupnya (tapi batasi jika ada bengkak).

- Hindari obat-obatan yang merusak ginjal (nefrotoksik).

- Segera konsultasi ke dokter jika mengalami:

- Tekanan darah tiba-tiba tinggi.

- Bengkak tidak hilang-hilang.

- Urin terus berbusa atau berdarah.

Halaman Selanjutnya
img_title