Tanda-Tanda Ginjal Tidak Sehat yang Sering Diabaikan
Purwasuka - Ginjal adalah organ vital yang berfungsi menyaring darah, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta membuang limbah metabolisme melalui urin.Â
Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, tubuh akan menunjukkan berbagai gejala. Sayangnya, banyak tanda ini sering dianggap sepele. Padahal, deteksi dini sangat penting agar kerusakan ginjal tidak semakin parah.
Dilansir Youtube dr Fery TV, berikut beberapa tanda ginjal tidak sehat yang perlu Anda waspadai beserta penjelasannya.
1. Perubahan Frekuensi dan Warna Urin
Urin berbusa → tanda adanya protein dalam urin (proteinuria).
Urin berwarna gelap atau kemerahan → indikasi darah dalam urin (hematuria).
Buang air kecil lebih sering di malam hari (nokturia).
Volume urin sangat sedikit (oliguria).
Penyebab: gangguan filtrasi ginjal, infeksi, atau batu ginjal.
2. Pembengkakan (Edema)
Bengkak di kaki, tangan, atau wajah dan bengkak di sekitar mata (edema periorbital).
Penyebab: ginjal tidak mampu mengeluarkan kelebihan cairan, sehingga terjadi penumpukan cairan dan protein bocor ke urin (sindrom nefrotik).
3. Kelelahan dan Sulit Konsentrasi
Badan terasa lemas dan tidak bertenaga. Sulit fokus dan cepat mengantuk dan kadang disertai sesak napas.
Penyebab: anemia akibat kurangnya hormon eritropoietin, penumpukan racun (uremia), dan cairan yang menumpuk di paru-paru (edema paru).
4. Mual, Muntah, dan Hilang Nafsu Makan
Disebabkan oleh akumulasi urea dalam darah yang mengganggu sistem pencernaan.
5. Kulit Kering dan Gatal
Terjadi akibat penumpukan fosfor dan toksin uremik yang tidak dibuang dengan baik oleh ginjal.
6. Kram Otot dan Kesemutan
Disebabkan ketidakseimbangan elektrolit seperti kalium, kalsium, dan fosfor.
7. Tekanan Darah Tinggi Sulit Dikendalikan
Hipertensi bisa menjadi penyebab maupun akibat kerusakan ginjal (hipertensi nefrovaskular).
Cara Deteksi dan Penanganan
Pemeriksaan laboratorium: tes urin (proteinuria, hematuria), tes darah (kreatinin, eGFR), dan pemeriksaan elektrolit.
- Perubahan gaya hidup:
- Diet rendah garam, protein, dan fosfor.
- Minum air secukupnya (tapi batasi jika ada bengkak).
- Hindari obat-obatan yang merusak ginjal (nefrotoksik).
- Segera konsultasi ke dokter jika mengalami:
- Tekanan darah tiba-tiba tinggi.
- Bengkak tidak hilang-hilang.
- Urin terus berbusa atau berdarah.