Dedi Mulyadi Tekankan Independensi Wartawan, PWI Jabar Diminta Berpihak pada Fakta

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus PWI Jawa Barat periode 2026-2031 di Gedung Merdeka, Kota Bandung.
Sumber :
  • Purwasuka Viva/Ist

Purwasuka – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya independensi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, pers harus tetap berpijak pada fakta objektif ketika menyampaikan informasi kepada masyarakat.

img_title Dedi Mulyadi Bongkar Paradoks Pers: Jurnalis Jaga Kebenaran, tetapi Terancam Kehilangan Penghasilan

Pesan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2026-2031 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Dedi yang akrab disapa KDM mengingatkan bahwa wartawan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan informasi yang beredar di tengah masyarakat sesuai dengan fakta.

img_title Pilkades Digital Sumedang Jadi Sorotan, 92 Desa Tinggalkan Surat Suara dan Beralih ke Tablet

"Wartawan itu kan harus independen, maka PWI harus terus menjunjung independensi dan keberpihakan pada fakta objektif dan menyajikan berita sesuai fakta yang terjadi," ujarnya.

Wartawan Tetap Dibutuhkan di Tengah Arus Informasi

img_title Diskominfo Purwakarta Perkuat Kualitas Informasi Publik, 60 Peserta Dibekali Teknik Penulisan Berita

Dedi Mulyadi menilai profesi wartawan memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi. Terlebih, perkembangan teknologi digital membuat masyarakat setiap hari menerima informasi dari berbagai platform.

Media sosial menjadi salah satu sumber informasi yang sangat cepat. Namun, kecepatan tersebut juga diikuti dengan risiko beredarnya informasi yang tidak benar atau hoaks.

Dalam kondisi seperti itu, wartawan dinilai tetap memiliki peran penting untuk melakukan pemeriksaan terhadap informasi sebelum disampaikan kepada publik.

Dedi mengatakan pers tidak boleh mengubah fakta hanya demi menarik perhatian pembaca. Menurutnya, wartawan harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan publik memperoleh informasi dan tanggung jawab profesi.

"Jadi tidak menambahi, tidak mengurangi, karena ini adalah profesi terhormat dalam membangun keseimbangan demokrasi yang ada di Indonesia dan di Jawa Barat," jelasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas jurnalistik bukan sekadar menyampaikan informasi dengan cepat. Wartawan juga dituntut melakukan verifikasi agar berita yang diterima masyarakat memiliki dasar fakta yang jelas.

Tantangan Media di Tengah Persaingan Digital

Selain membahas independensi wartawan, Dedi Mulyadi turut menyoroti tantangan yang kini dihadapi perusahaan media.

Perubahan pola konsumsi informasi membuat media massa harus bersaing dengan berbagai platform digital. Persaingan tersebut tidak hanya terjadi dalam perebutan perhatian pembaca, tetapi juga dalam mendapatkan sumber pendanaan dan iklan.

Halaman Selanjutnya
img_title