Influenza Tipe A: Gejala, Risiko, dan Cara Mencegah Penularan

Ilustrasi seorang dokter tengah memeriksa pasien influenza tipe A.
Sumber :
  • Purwasuka Viva/Ist

Purwasuka – Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan influenza tipe A, terutama ketika beraktivitas di tempat ramai atau ruangan tertutup. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah menggunakan masker untuk membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan.

img_title 65 RSUD se-Jabar Jalin Kerja Sama, Dedi Mulyadi Perkuat Akses Layanan Kesehatan Warga

Dokter spesialis mikrobiologi klinik lulusan Universitas Diponegoro, dr. Andrew Adhytia Lieputra, Sp.MK, mengingatkan pentingnya penerapan langkah pencegahan tersebut. Menurutnya, penggunaan masker dapat membantu melindungi orang yang sedang sakit sekaligus mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

“Penggunaan masker membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan (respiratory droplets) dari orang yang sedang sakit, sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi orang-orang di sekitarnya,” terang dr. Andrew dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

img_title Bupati Purwakarta Hadiri Rakor Gubernur Jabar, Bahas Pendidikan hingga Perlindungan Pekerja

Influenza tipe A merupakan infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza. Penularannya dapat terjadi ketika seseorang menghirup partikel pernapasan yang dikeluarkan penderita saat batuk, bersin, berbicara, atau bernapas dalam jarak dekat.

Virus kemudian menginfeksi sel-sel saluran pernapasan dan berkembang biak di dalamnya. Kondisi ini dapat memicu berbagai gejala, mulai dari demam dan nyeri otot hingga gangguan pernapasan yang membutuhkan penanganan medis.

img_title Flu Babi H1N1: Kenali Gejala dan Cara Mencegah Penularannya

Karena itu, masyarakat perlu mengenali gejala influenza tipe A sejak awal. Pemahaman mengenai kelompok yang berisiko mengalami komplikasi juga penting agar penderita dapat memperoleh pertolongan sesuai kebutuhannya.

Kenali Gejala Influenza Tipe A Sejak Dini

Influenza tipe A dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan batuk pilek biasa atau common cold. Gejala umumnya muncul sekitar satu hingga empat hari setelah seseorang terpapar virus.

Dr. Andrew menjelaskan bahwa penderita influenza dapat mengalami demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri tenggorokan, nyeri otot atau myalgia, serta kelelahan yang terasa berat.

Gejala tersebut dapat muncul secara bersamaan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Sebagian penderita juga mengalami batuk, pilek, atau keluhan pernapasan lainnya.

Masyarakat perlu memahami bahwa gejala influenza tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian penderita mungkin mengalami keluhan ringan, sedangkan sebagian lainnya dapat mengalami kondisi yang lebih serius.

Selain itu, gejala influenza dapat menyerupai infeksi saluran pernapasan akibat virus lain. Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya memastikan jenis infeksi hanya berdasarkan gejala yang dirasakan.

Halaman Selanjutnya
img_title