Flu Babi H1N1: Kenali Gejala dan Cara Mencegah Penularannya
- Purwasuka Viva/Ist
Purwasuka – Istilah flu babi atau swine flu pernah menjadi perhatian dunia ketika virus influenza A(H1N1) menyebar secara luas pada 2009. Wabah tersebut kemudian dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Virus H1N1 yang menyebabkan pandemi 2009 memiliki kombinasi materi genetik yang sebelumnya belum ditemukan dalam bentuk yang sama pada manusia maupun hewan. Virus tersebut kemudian menyebar dari orang ke orang di berbagai negara.
Meski istilah flu babi masih sering digunakan, penting untuk memahami konteksnya. Pandemi H1N1 2009 bukan berarti saat ini sedang terjadi pandemi yang sama. WHO menyatakan pandemi tersebut telah berakhir pada 2010. Virus H1N1 hasil pandemi 2009 kemudian terus bersirkulasi sebagai salah satu virus influenza musiman.
Lantas, apa saja gejala influenza H1N1 dan bagaimana cara mencegah penularannya?
Mengapa Disebut Flu Babi?
Nama flu babi muncul karena sebagian materi genetik virus H1N1 2009 memiliki kemiripan dengan virus influenza yang sebelumnya ditemukan pada babi.
Babi diketahui dapat terinfeksi berbagai virus influenza. Hewan tersebut juga dapat terpapar virus dari berbagai sumber. Dalam kondisi tertentu, virus influenza yang berbeda dapat mengalami pertukaran materi genetik atau reassortment.
Proses tersebut dapat menghasilkan kombinasi virus baru. Jika virus baru mampu menginfeksi manusia dan menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain, risiko terjadinya wabah luas dapat meningkat.
CDC menjelaskan bahwa virus H1N1 yang menyebabkan pandemi 2009 merupakan kombinasi gen influenza dari sumber babi, unggas, dan manusia. Virus tersebut kemudian menyebar dengan cepat secara global.
Kenali Gejala Flu H1N1
Gejala influenza pada manusia dapat menyerupai flu pada umumnya. Karena itu, seseorang tidak dapat memastikan dirinya terkena H1N1 hanya berdasarkan gejala.
WHO menyebut gejala influenza dapat berupa demam yang muncul secara mendadak, batuk yang biasanya kering, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, sakit tenggorokan, serta hidung berair. Batuk juga dapat berlangsung selama dua minggu atau lebih.
Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain: