Cara Atasi Air Sumur Kuning dan Bau Besi agar Lebih Bersih
Purwasuka – Air sumur yang berwarna kuning dan berbau seperti besi tentu membuat penghuni rumah merasa tidak nyaman. Kondisi ini biasanya semakin terlihat setelah air ditampung dalam ember atau bak.
Air dengan kandungan zat besi tinggi juga dapat meninggalkan noda kekuningan pada kamar mandi, wastafel, pakaian, dan peralatan rumah tangga.
Masalah tersebut tidak selalu berarti sumur harus langsung diganti. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi warna kuning dan bau besi.
Namun, jika air akan digunakan untuk minum atau memasak, sebaiknya dilakukan pemeriksaan kualitas air terlebih dahulu. Berikut beberapa cara yang dapat dicoba.
1. Periksa kondisi sumur.
Pastikan tidak ada sumber pencemaran atau kotoran yang masuk ke dalam sumur.
2. Bersihkan area sekitar sumur.
Lingkungan sumur yang kotor dapat meningkatkan risiko masuknya berbagai zat pencemar.
3. Kuras sumur jika kondisinya sangat kotor.
 Pengurasan dapat membantu mengurangi endapan yang berada di dasar sumur.
4. Bersihkan bak penampungan.
Endapan besi dapat menumpuk di dalam bak dan membuat air semakin keruh.
5. Gunakan filter air.
Filter khusus untuk mengurangi kandungan zat besi dapat membantu memperbaiki warna dan bau air.
6. Gunakan media filter yang sesuai.
Beberapa sistem filtrasi menggunakan pasir khusus, mangan greensand, atau media penghilang zat besi.
7. Pasang filter sebelum air masuk ke rumah.
Cara ini membantu menjaga kualitas air pada berbagai keran.
8. Bersihkan filter secara rutin.
 Filter yang sudah penuh endapan justru dapat membuat aliran air menjadi buruk.
9. Gunakan aerasi bila diperlukan.
 Proses aerasi membantu mengoksidasi zat besi sehingga lebih mudah disaring.
10. Jangan asal menggunakan bahan kimia. Penambahan bahan tertentu tanpa mengetahui kualitas air justru dapat menimbulkan masalah baru.
11. Periksa pipa air.Â
Pipa besi yang sudah berkarat juga bisa menjadi sumber warna kuning pada air.
12. Ganti bagian pipa yang sudah rusak.
Jika pipa menjadi sumber karat, menggantinya dapat membantu memperbaiki kualitas air.
13. Lakukan uji laboratorium untuk air konsumsi. Pemeriksaan penting untuk mengetahui kandungan zat besi dan parameter kualitas air lainnya.