Rahasia Memilih Semangka dan Pepaya Super Manis Tidak Mengecewakan

Semangka dan pepaya
Sumber :
  • Meta AI

Purwasuka – Memilih semangka dan pepaya yang manis bisa jadi tantangan tersendiri. 

Tidak seperti beberapa buah lain yang bisa dicium atau diremas untuk mengecek kematangannya, kita tidak bisa melihat bagian dalam semangka dan pepaya sebelum membelinya. 

Beberapa tips sederhana ini membantu meningkatkan peluang mendapatkan buah semangka dan pepaya manis yang tidak mengecewakan.

Semangka dan pepaya

Photo :
  • Meta AI

Mari mulai dengan semangka. 

Pertama, perhatikan warnanya. Semangka yang baik memiliki warna hijau tua yang merata. 

Hindari yang memiliki area keputihan terlalu banyak karena ini tanda semangka belum matang sempurna. 

Tapi, carilah yang tidak memiliki "bintik kuning" (yellow spot) di satu sisi semangka. Ini adalah bagian yang bersentuhan dengan tanah saat semangka tumbuh. 

Semakin tidak ada bintik ini, semakin lama semangka matang di pohonnya, dan biasanya semakin manis.

Kedua, ketuk semangka dengan jari atau telapak tangan. 

Semangka yang matang dan manis akan mengeluarkan suara berat dan dalam (hollow sound), bukan suara yang nyaring atau tinggi. 

Ini menandakan semangka tersebut berisi dan matang. Mungkin butuh latihan untuk membedakan suaranya, tapi setelah beberapa kali mencoba, Anda akan mulai mengerti perbedaannya.

Ketiga, pegang dan rasakan beratnya. 

Semangka yang baik terasa berat dibandingkan ukurannya. Ini karena semangka yang matang penuh dengan air dan gula, sehingga lebih berat. 

Bandingkan beberapa semangka dengan ukuran yang sama, dan pilih yang terasa paling berat. Semangka yang terasa ringan biasanya kering di dalam dan kurang manis.

Keempat, perhatikan tangkai semangka jika masih ada. 

Tangkai yang sudah mengering menandakan semangka dipetik saat sudah matang. Jika tangkainya masih hijau dan segar, kemungkinan semangka dipetik terlalu cepat. 

Semangka tidak akan bertambah manis setelah dipetik, tidak seperti beberapa buah lain, jadi penting untuk memilih yang sudah matang di pohon.

Sekarang beralih ke pepaya. 

Pertama, perhatikan warnanya. Pepaya yang matang memiliki kulit dengan warna kuning hingga oranye. Jika masih banyak area hijau, berarti pepaya belum matang. 

Namun, Anda bisa membeli pepaya yang masih sedikit hijau jika berencana menyimpannya beberapa hari. Pepaya akan terus matang setelah dipetik.

Kedua, tekan lembut permukaan pepaya. 

Pepaya yang matang dan manis akan sedikit lunak saat ditekan, tapi tidak terlalu lembek. 

Jika terlalu keras, berarti belum matang. Jika terlalu lembek, mungkin sudah terlalu matang atau mulai membusuk. Tekan beberapa bagian untuk memastikan tingkat kematangan yang merata.

Ketiga, cium aromanya. 

Pepaya yang matang dan manis memiliki aroma manis yang khas di bagian pangkal buah (tempat tangkai). Jika tidak ada aroma sama sekali, kemungkinan pepaya belum matang. 

Aroma yang terlalu kuat atau seperti fermentasi bisa jadi tanda pepaya sudah terlalu matang atau mulai busuk.

Keempat, perhatikan bentuknya. 

Pepaya yang baik memiliki bentuk yang simetris dan permukaan yang relatif mulus tanpa memar atau luka. 

Beberapa bintik hitam kecil biasanya normal dan tidak mempengaruhi kualitas buah. 

Untuk ukuran, pilih sesuai kebutuhan, tapi umumnya pepaya sedang hingga besar lebih manis daripada yang kecil.

Kelima, periksa bijinya jika memungkinkan. 

Untuk pepaya yang sudah dibelah di pasar, perhatikan bijinya. Biji yang berwarna hitam menandakan pepaya sudah matang sempurna. 

Jika bijinya masih putih atau pucat, pepaya belum matang optimal. Daging buah yang berwarna oranye tua atau kemerahan biasanya lebih manis dibandingkan yang berwarna kuning pucat.