Sebentar Lagi Puasa Ramadhan, Kenali Sejarah dan Keutamaannya

Ilustrasi bulan Ramadhan
Sumber :
  • Freepik.com

Melansir dari laman NU Online, sejarah kewajiban puasa Ramadhan tidak terlepas dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke negeri Yatsrib (Madinah).

Puasa Ramadhan diwajibkan kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya pada bulan Sya’ban tahun ke-2 hijriah dengan cara dan model yang dilakukan umat Islam hingga kini.

Sebelum muncul perintah untuk melakukan puasa pada bulan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat sudah melakukan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Setelah Allah SWT menurunkan Surat Al-Baqarah ayat 183-185 sebagai perintah wajib puasa Ramadhan, maka Nabi Muhammad SAW memerintahkan para sahabat untuk melakukan puasa di bulan Ramadhan.

Puasa Ramadhan inilah yang kemudian menggantikan puasa Asyura. Namun demikian, Nabi Muhammad SAW tetap mengizinkan umat Islam untuk melakukan puasa Asyura. Akan tetapi puasa Asyura menjadi puasa sunnah yang boleh dilakukan tapi tidak wajib bagi umat Islam.

Pada tahun pertama perintah wajib puasa Ramadhan, para sahabat dilarang untuk mendekati istri mereka pada malam-malam puasa. Aturan tersebut dirasa berat oleh para sahabat. Al-Qur’an kemudian meringankan keberatan dan kesulitan pelaksanaan ibadah Ramadhan tersebut melalui Surat Al-Baqarah ayat 187 yang membolehkan mereka untuk menggauli istri pada malam harinya.

Puasa Ramadhan menjadi puasa yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam. Puasa ini adalah sebagai bentuk atau sarana untuk meningkatkan takwa kepada Allah SWT. Jika ada umat Islam yang tidak sanggup melaksanakan puasa Ramadhan, maka diwajibkan untuk membayar fidyah.