Bahagia-kah HMI?

Agus M.
Sumber :

Kita sering menganggap kehidupan yang kita jalani, dengan sudah terpenuhi kebutuhan ekonomi, memiliki jabatan, harta yang banyak, keluarga yang lengkap, bisa pergi umroh dan haji berkali- kali. Dianggap sudah mencapai kebahagiaan sejati. Namun dalam semua itu, adalah kebahagiaan yang diraih karena selain Allah SWT. Ini bukan kebahagiaan menurut Al Farabi, bahkan adalah Najis yang terus ditumpuk menurut Imam Khomaini. 

Yang dianggap Kebahagiaan dan kenikmatan justru adalah penghalang bertemu dengan Allah SWT. Kebahagiaan sejati adalah manusia yang mampu membersihkan kotoran jiwa dan fisik serta akrab dan berjumpa dengan Allah.

Mari kita memaknai lagi "Bahagia HMI" pada baris terakhir Hymne HMI. Adalah bahagia yang telah dimaknai oleh Syayidina Al-Farabi. Yaitu berjuang dalam totalitas perjalanan bertemu Allah SWT.

Dies Natalis ke 79 HMI. Selamat Berjuang, 

Bahagiakan HMI. Bumi Sari, 2 Februari 2026